Tunjukkanlah Sikap Murah Hati (13 Des 2021)

Jangan membiarkan orang tertindas dipermalukan. Mazmur 74: 21 (BIS)
13 December 2021

Jangan membiarkan orang tertindas dipermalukan. Mazmur 74: 21 (BIS)

Ketika tetangga-tetangganya (Elisabet) serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Lukas 1: 58

Perubahan zaman membawa banyak sekali dampak dalam kehidupan manusia. Jika dulu seseorang melihat orang lain mengalami suatu musibah, maka yang pertama dilakukan adalah menolong orang tersebut. Tetapi pada zaman sekarang ini, biasanya terjadi, ketika melihat seseorang terkena musibah, bukannya menolong tetapi biasanya malah mengambil handphone dan merekam. Bahkan masih banyak kita jumpai, ketika seseorang terkena musibah, kita menertawai dan mengumpat untuk orang tersebut.

Daud dalam Mazmurnya, menuliskan sebuah pengajaran yang luar biasa bagi setiap pembacanya. Tulisan yang ia dasarkan pada pengalaman kehidupannya pribadi atau pun juga didasarkan pada pengalamannya bersama Tuhan. Daud mengajarkan agar setiap orang yang percaya dan menyembah kepada TUHAN Allah, tidak membiarkan orangorang yang dalam keadaan tertindas untuk dipermalukan. Baik itu dipermalukan dengan tidak memberi pertolongan atau bahkan ada sebuah kesengajaan untuk “membiarkan” dan bersikap tidak tahu menahu. Daud menasihatkan agar setiap kita menambah beban dan derita seseorang dengan memberii perlakuan buruk atau membiarkan mereka terpuruk, namun sebaliknya kita mampu menunjukan rasa kemanusiawian kita dengan paling tidak memberii pertolongan. Daud mengajak kita untuk tidak menjadi pribadi yang apatis dan cuek terhadap situasi orang lain, melainkan menunjukkan sikap murah hati bagi mereka yang memerlukan pertolongan.

Elisabet, Istri dari Zakharia, ayah Yohanes Pembaptis, adalah contoh orang yang mengalami pergumulan yang berat dalam kehidupannya. Ia seringkali menjadi bahan olok-olok dari tetangga-tetangganya, bahkan sangat sering mendapat hinaan, dikarenakan dirinya tidak memiliki keturunan. Ketika manusia tidak dapat menunjukkan rasa kasihan terhadap situasinya, ada satu Pribadi yang memberi ia pertolongan. Dialah Tuhan Allah, yang mengutus malaikat-Nya untuk menyampaikan kepada Elisabet dan suaminya, bahwa mereka akan memiliki seorang anak, dan hebatnya, anak itu akan menjadi pembuka jalan bagi kedatangan Mesias. Elisabet yang mendapat kemurahan dari Tuhan, tidak menyimpan hal itu sendirian, melainkan ia dengan gembira membagi kabar itu kepada orang lain, sehingga orang lainpun dikatakan turut bersukacita karenanya. (DEAP)

Bacaan Alkitab: Hosea 14: 2–10; Zakharia 8: 20–23

Doa: Ajarlah kami ya Tuhan, agar kami selalu dapat menunjukkan sikap murah hati, baik dari pikiran, perkataan dan perbuatan kami yang dapat kami bagi kepada sesama kami. Amin!