Tuhan Tahu Yang Kita Perlukan (15 Maret 2022)

Beginilah firman TUHAN: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau. 2 Raja-raja 20: 5
15 March 2022

Beginilah firman TUHAN: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau. 2 Raja-raja 20: 5

Ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Matius 7: 7

Setiap orang pasti memiliki sesuatu yang didambakan atau diinginkan, dan betapa bahagianya kita, jika apa yang kita dambagakan atau kita inginkan dapat kita raih. Kita mungkin akan rela memohon atau bahkan berusaha lebih keras agar terwujud sesuatu yang kita impikan itu.

Dalam masa kepemerintahan Raja Hizkia, Israel berada dalam masa kedamaian setelah Tuhan melepaskan mereka dari bangsa Asyur yang dipimpin oleh raja Sanherib, oleh karena Tuhan melihat Hizkia melakukan apa yang berkenan dihadapan-Nya. Namun Sanherib bukanlah satu-satunya pergumulan bagi Hizkia, tetapi ia harus juga menghadapi penyakit yang mengancam nyawanya. Ditambah melalui perantaan nabi Yesaya, Hizkia tahu bahwa nyawanya tidak akan tertolong. Mengetahui hal itu, Hizkia memalingkan wajahnya dan berdoa sambil menangis memohon agar Tuhan berbelaskasih kepadanya. Dengan sungguh-sungguh ia meminta kepada TUHAN agar ditolong, dan benar saja, Firman Tuhan datang dan berkata kepada Hizkia bahwa TUHAN telah mendengar doanya dan TUHAN akan menyembuhkan penyakitnya. Dari ketulusan dan kesungguhan Hizkia berdoa, ia menerima kasih dari pada TUHAN.

Tuhan Yesus, ketika Ia mengajar para Murid dan orang banyak di atas bukit, menyatakan bahwa TUHAN adalah Allah yang pengasih, setiap orang yang mau datang kepada-Nya, meminta dengan kesungguhan dan ketulusan, maka TUHAN Allah pasti akan mengindahkan permohonan itu. Bahkan dalam kesulitan yang secara manusiawi tidak dapat terselesaikan pun, pintu akan TUHAN bukakan, asalkan kita mau untuk mengetok pintu itu dengan kesungguhan dan ketulusan serta kerendahan hati. Namun tentu, kita harus mengingat bahwa TUHAN akan menyediakan apa yang kita perlukan dan bukan apa yang kita inginkan.

Seringkali dalam hidup, kita berdoa dan meminta apa yang kita inginkan dan bukan apa yang kita perlukan. Kita sering tergoda dengan keinginan-keinginan yang hendak kita pakai untuk memuaskan hawa nafsu kita (Yakobus 4:2-3). Ketika itu tidak terisi, kita mulai berujar bahwa tidak ada gunanya berdoa, tidak ada faedahnya meminta kepada Tuhan. Ingatlah, Tuhan ingin kita untuk berserah kepada rancangan-Nya yang pasti akan membawa damai dan sukacita. Tuhan mau kita berdoa dan meminta bukan untuk kesenangan kita, tetapi untuk kemuliaan nama-Nya. Tuhan tahu apa yang kita perlukan. (DEAP)

Bacaan Alkitab: Ayub 2: 1-10; Yohanes 12: 44-50

Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk berdoa dan meminta kepada-Mu seturut dengan kehendak-Mu dan bukan seturut dengan kehendak kami. Amin.