Topeng ? (11 Jan 2022)

Sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah! Pengkhotbah 5: 6
11 January 2022

Sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah! Pengkhotbah 5: 6

Janganlah kamu biarkan kemenanganmu (keselamatan) digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi, sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala (Krisus). Kolose 2: 18, 19

Ada begitu banyak manusia yang hidup dengan memakai topeng. Di luar nampak manis, namun di dalam mematikan. Dari luar terlihat baik-baik saja, tetapi nyatanya sangat rapuh. Tentu setiap orang memiliki alasan masing-masing untuk menyembunyikan wajah aslinya. Mungkin saja karena takut kelemahannya nampak oleh orang-orang sekitar, atau sebaliknya untuk menarik perhatian dari sekitarnya. Apapun alasannya, Pengkhotbah mengingatkan bahwa jauh lebih baik hidup takut akan Allah daripada melakukan hal yang sia-sia hanya untuk mendapatkan pengakuan dari manusia. Kita mungkin saja dapat mengelabuhi orang-orang di sekitar kita, namun tidak dengan Tuhan.

Banyak orang sibuk mencari pengakuan manusia dengan melakukan kegiatan atau aktivitas yang tampak “rohani”, padahal sesungguhnya hatinya tak bertaut kepada Tuhan. Apakah kita termasuk di dalamnya ?Mari bertanya pada diri kita sendiri, “Apakah selama ini saya memakai topeng?” Jika jawabannya adalah “Ya”, maka marilah dengan rela dan rendah hati kita melepaskan topeng tersebut. Tidak perlu takut dengan “kecacatan” yang kita miliki, karena Tuhan mengenal dan menerima kita sebagaimana adanya. Bagian kita adalah mempersiapkan diri untuk dibentukNya menjadi pribadi yang sempurna, tanpa dihiasi kepura-puraan.

Ketika kita menjadi pribadi yang otentik di dalam Tuhan, maka percayalah bahwa orang-orang di sekitar kita akan dengan sendirinya melihat kasih Kristus itu terpancar dalam kehidupan kita. Akhirnya, jadilah pribadi yang jujur dan berintegritas, yang selalu berusaha menjaga keselarasan antara pikiran, perkataan dan perbuatan. Jangan pakai topeng! (AS)

Bacaan Alkitab: Lukas 18: 15-17; Yohanes 4: 1-26

Doa: Ya Tuhan, ampuni kiranya jika kami lebih menginginkan pujian dari orang lain daripada takut akan Engkau. Tolonglah kami untuk menjaga kemurnian motivasi kami. Amin