Tenang (28 Jan 2022)

Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Mazmur 62: 6
28 January 2022

Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Mazmur 62: 6

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar. Matius 11: 15

Yura Yunita, seorang penyanyi perempuan Indonesia dalam lirik lagu yang berjudul tenang, menyanyikan “tenang tenang yang tak kunjung datang”. Melalui lagu tersebut, digambarkan ketenangan menjadi keadaan yang ditunggu-tunggu dan diharapkan segera menghampiri kehidupan seseorang. Di dalam KBBI, arti kata tenang adalah tidak gelisah, tidak rusuh, tidak kacau, tidak ribut, perasaan hati serta keadaan yang aman dan tenteram. Pertanyaannya, apa atau siapa yang menjadi sumber ketenangan kita saat ini? Seorang penikmat kopi akan gelisah jika satu hari tidak minum kopi. Sepasang kekasih yang saling mencintai akan berupaya untuk dapat bertemu, karena ada rasa tenang ketika berada di dekat pasangannya. Sementara itu, Daud berkata, “Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.”

Senada dengan apa yang dikatakan Daud dalam Mazmur 62 : 6, seorang tokoh Gereja yang terkenal dengan panggilan Santo Agustinus dari Hippo pun menyatakan, “Engkau telah menciptakan kami bagi Diri-Mu sendiri, ya Tuhan, dan hati kami tidak akan pernah tenang sampai mereka beristirahat dalam Engkau”. Oleh karena itu, ketenangan bukan merupakan keadaan yang diperoleh ketika seseorang hanya menunggu dan berharap, tetapi ada juga upaya yang dapat dilakukan orang tersebut sehingga ia berada dalam keadaan tenang. Salah satu upaya yang dapat kita lakukan adalah dengan mendengar Firman Tuhan. Tidak berhenti sampai mendengar, Rasul Paulus bersukacita karena ia mendapat bagian di dalam pelayanan jemaat untuk meneruskan Firman Tuhan. Rasul Paulus menyatakan di dalam Kolose 1 : 29, “Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku”. Dengan demikian, ketenangan bukan lagi berbicara tentang diam dan tidak melakukan apa-apa, namun ketenangan begitu erat kaitannya dengan kesediaan mendengar dan meneruskan Firman Tuhan kepada orang-orang terdekat di dalam kehidupan seharihari kita. Meneruskan Firman Tuhan hari ini bisa kita mulai dengan mengingatkan keluarga bahwa Tuhan kita adalah Sang Sumber Ketenangan. Keluarga yang harmonis, kopi yang begitu nikmat, pacar yang baik dan cantik, itu semua adalah pemberian dariNya. (YDS)

Bacaan Alkitab: Kolose 1: (21-23) 24-29; Yosua 11: 1-15

Doa: Ya Allah, Sang Sumber Ketenangan, ajarilah kami semakin menyadari bahwa Engkaulah Allah Sumber Ketenangan kami. Tolonglah kami dengan hikmat-Mu, agar kami terus mengingat bahwa hanya di dalamMu kami tidak akan goyah. Amin