Tanggalkan Keegoisan (15 Okt 2021)

Janganlah engkau memeras sesamamu manusia. Imamat 19: 13
15 October 2021

Janganlah engkau memeras sesamamu manusia. Imamat 19: 13

Yesus berkata: Perlakukanlah orang lain seperti kalian ingin diperlakukan oleh mereka. Lukas 6:31 (BIS)

Di sebuah panti jompo, ada seorang kakek yang sangat tidak disukai oleh temantemannya. Hal ini dikarenakan kondisi tubuhnya yang sudah sangat renta, sehingga membuat ia tidak bisa berjalan dengan cepat. Akibatnya ketika ia hendak buang air kecil dan berada jauh dari sekitar kamar mandi, maka tidak jarang ia sudah buang air kecil sebelum tiba di kamar mandi. Teman-temannya sesama penghuni panti jompo sangat terganggu dengan hal ini dan beranggapan bahwa kakek ini hanya menyusahkan mereka. Si kakek merasa sedih dan dalam kesedihan itu ia sering datang untuk mengeluh kepada Tuhan, “Tuhan, kenapa saya tidak bisa berlari? Saya tidak pernah meminta kondisi seperti ini dan saya sedih hanya bisa menjadi penghalang bagi orang lain.”

Melalui kisah di atas, terkadang Tuhan menghadirkan orang-orang seperti kakek tersebut, bukan tanpa suatu tujuan. Melainkan kehadiran mereka sesungguhnya agar kita bisa belajar melayani dengan sabar, belajar menanggalkan keegoisan untuk menjadi rendah hati, dan juga belajar “memanusiakan” manusia. Tuhan Yesus pernah berkata, kita harus memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan. Artinya Tuhan Yesus sedang memberikan kunci untuk mengatasi sikap egois kita yang cenderung muncul. Kita diajak untuk melihat segala sesuatu dari perspektif orang lain juga, maka kita akan tahu bagaimana harus bersikap. Pelajaran yang sama juga diberikan Allah kepada bangsa Israel untuk jangan memeras sesama mereka. Memeras yang dimaksud disini adalah tidak merampas hak orang lain untuk merasakan kasih Allah, sehingga kita pun harus memberikan kasih itu kepada sesama melalui setiap tindakan kita.

Keegoisan tidak akan pernah membawa kita pada keadaan yang lebih baik.Mengatasi sikap egois akan menjadi kunci keberhasilan dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan berelasi. Sesekali cobalah untuk memandang sesuatu dari sudut pandang orang lain agar kita bisa turut merasakan apa yang mereka perlukan. Melalui cara ini kita bisa belajar rendah hati, sehingga dimampukan untuk berbagi kasih kepada sesama kita. Dasar dari semua itu adalah karena kita telah terlebih dahulu menerima kasih dan kebaikan Tuhan, maka perlakukanlah sesama kita selayaknya Tuhan memperlakukan kita. (AEPTB)

Bacaan Alkitab: Yeremia 17: 13–17; Lukas 12: 13–21

Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk menanggalkan keegoisan diri, supaya kami dapat membagikan kasihMu kepada sesama. Amin