Tak Usah Ku Takut (24 Okt 2021)

Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! Hagai 2: 5
24 October 2021

Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! Hagai 2: 5

Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan. Roma 15: 13

Saya pernah mengalami trauma sewaktu saya hampir tenggelam di pantai. Uniknya saya hampir tenggelam sesudah saya dan teman-teman remaja menerima baptisan, dan pesan sang pendeta sebelum membaptis saya; “Tuhan Yesus yang engkau imani dan percayai kini bersamamu, sampai seterusnya, dan akan menjagamu dari celaka dan bahaya. Janganlah takut”. Sesaat sebelum dibaptis saya mengucapkan dalam hati saya, ‘tak usah kutakut’. Persis seperti lirik lagu El-Shaday, yang sering kita nyanyikan. Tetapi justru sesudah menerima baptisan, saat saya akan menepi dari pantai, saya terseret arus air, dan badan saya melayang sembari saya menggapai-gapai sebab saya tidak bisa berenang. Betapa ketakutan akan tenggelam dan terseret itu masih membekas di ingatan saya, dan saya mengalami ketakutan dalam waktu yang lama, ketika melihat pantai atau laut.

Ketakutan sepertinya adalah hal yang lumrah terjadi atas manusia. Sama hal-nya ketika bangsa Israel ditantang untuk membangun kembali keruntuhan Bait Suci (Hag. 2). Ada keraguan dalam hati mereka, sebab mereka baru saja kembali dari pembuangan. Hati mereka kalut melihat kemegahan Bai Suci yang telah menjadi puing sejak ditinggalkan. Akankah mereka mampu membangunnya kembali? Tetapi Tuhan menguatkan umat-Nya, dan bukan dengan usaha atau kekuatan umat-Nya Bait Suci itu akan dimegahkan kembali, tetapi kuasa Tuhan, Roh Allah yang bersama dengan umat-Nya akan menguatkan hati yang dikasihi-Nya, untuk tidak kuatir dan takut (ay. 6). Allah yang bertindak, Allah yang bekerja, umat-Nya tidak perlu risau dan takut. Janji yang sama juga dialami oleh Paulus, karena Kristus yang ia layani. Yaitu janji akan pengharapan dan kekuatan, mengalahkan ketakutan. Ia, Kristus, menjanjikan sukacita dan damai sejahtera yang menjadi kekuatan mengiring-Nya. Sehingga Paulus menguatkan hati jemaat di Roma, agar kuat dan teguh menghadapi tekanan menjadi pengikut Kristus.

Siapa di antara kita yang tidak pernah takut? Tidak pernah kuatir? Tidak ada. Jika kita mengukur persoalan dengan kekuatan kita, maka kita akan semakin takut dan kuatir. Tetapi pandanglah firman-Nya, pandanglah janji-Nya. Lihatlah, betapa kecil persoalan kita jika kita ukur dengan kuasa Allah yang besar. Kita diajak untuk mengubah cara pandang kita pada persoalan, yaitu dengan mengandalkan Roh-Nya yang ada pada kita, pasti persoalan dapat teratasi. Peganglah janji dan firman-Nya, dan katakan dalam hati saudara, ‘tak usah ‘kutakut, Roh-Nya bersamaku. (TW)

Bacaan Alkitab: Matius 5: 38-48; Efesus 6: 10-17; Yeremia 29: 1-4-7 (8-9) 10-14; Mazmur 110

Doa: Tuhan, mampukan kami mengandalkan Roh-Mu saja, saat persoalan menerpa hidup ini. Amin.