Seruan Tobat! (29 Jan 2022)

Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa, dan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku. Yehezkiel 37 :23
29 January 2022

Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa, dan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku. Yehezkiel 37 :23

Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh
Allah diam di dalam kamu? 1 Korintus 3: 16

Ada pepatah lama yang mengatakan, “sepandai-pandainya menyimpan bangkai, suatu saat baunya akan tercium juga”. Pepatah tersebut menggambarkan bahwa suatu kejahatan yang ditutup-tutupi, tidak mungkin selamanya tertutup, dan pasti akan terungkap. Meskipun demikian, hanya di Indonesia, seorang pejabat yang ketahuan korupsi pada saat di wawancarai bisa senyam-senyum. Bahkan, orang yang bersalah bisa lebih ngotot dan mengatakan bahwa sikorbanlah yang bersalah.

Mari kita kembali melihat, apa yang kita katakan ketika mengetahui kesalahan yang dilakukan/pernah dilakukan orang lain. Tidak jarang ketika kita sudah mencium bau bangkai yang disimpan oleh seseorang, kita berseru pada orang tersebut, “bertobatlah!” Seseorang yang beragama begitu mudah berteriak kepada orang lain “bertobatlah!”, lalu menghukum orang tersebut, seolah-olah melalui hukuman yang dijalani, orang tersebut dapat mengupayakan pertobatannya seorang diri. Apakah pertobatan terjadi hanya melalui usaha manusia?

Kitab Yehezkiel menerangkan bahwa Allah yang akan melepaskan bangsa Israel dari penyelewengan mereka. Surat 1 Korintus 3: 10-23 pun memperlihatkan bahwa Allah yang berperan aktif mengawali pertobatan manusia, karena kita ini adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah. Oleh sebab itu, seruan tobat, seruan “pulihkan bangsa kami atau pulihkan GKPB”, mestinya lebih sering kita arahkan pada Sang Pemilik Kehidupan, agar Ia terus menunjukan belas kasihNya kepada mereka yang sampai saat hidup dengan menyimpan bangkai. Berdoalah agar kita pun dapat dipakai menjadi alat di tangan Tuhan untuk mendampingi proses pemulihan mereka, dengan terlebih dahulu bertobat dan memohon kuasa Roh Allah yang bekerja di dalam diri kita. Tidak asal berseru kepada orang tersebut, “bertobatlah!”dan menghukum, lalu membiarkan orang tersebut menjalani proses pemulihannya seorang diri. Mari kita perhatikan lirik dari nyanyian KJ. 453, baitnya yang pertama..
Yesus kawan yang sejati, bagi kita yang lemah.
Tiap hal boleh dibawa dalam doa padaNya.
O, betapa kita susah dan percuma berlelah,
bila kurang pasrah diri dalam doa padaNya. (YDS)

Bacaan Alkitab: Wahyu 15: 1-4; Yosua 20: 1-9

Doa: Ya Allah, Kawan kami yang sejati, yang sampai saat ini kami hidup dengan menyembunyikan pelanggaran kami, teruslah tunjukan belas kasihMu, dan berikanlah kami hikmat agar kami bersedia dalam proses pemulihan hidup beriman kami. Amin