Saling Mengasihi Dan Saling Mendahului Memberi Hormat (4 Feb 2022)

Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua. Imamat 19: 32
4 February 2022

Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua. Imamat 19: 32

Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Roma 12: 10

Semua orang pasti senang saat beroleh rasa hormat atau penghargaan dari orang lain. Dijaman sekarang ini, sangat sedikit kita melihat anak – anak memberi hormat kepada orang tuanya. Budaya salaman cium tangan sudah hampir tidak dapat kita lihat lagi. Anak–anak jarang memberi salam kepada orang tua ketika berangkat atau pulang dari sekolah. Krisis rasa hormat juga terjadi di kalangan muda–mudi. Tidak sedikit muda–mudi terkesan cuek terhadap para orang tua ketika berpapasan di jalan, di gereja, dimana pun mereka bertemu karena tidak menyapa dan buang muka. Terebih–lebih ketika anak–anak mulai melawan orang tua dan tidak mau mendengarkan nasihat, dan masih banyak lagi yang lain. Mungkin di kalangan kita sudah ada yang mengalami hal semacam ini. Atau bahkan kita pelakunya.

Firman Tuhan dalam pembacaan pertama jika kita mendalami Firman Tuhan ini, rupanya kalimat ini memiliki makna yang mendalam, bukan saja perintah untuk menghormati orang yang lebih tua tapi lebih dari pada itu. Berdiri di hadapan orang ubanan bisa juga berarti menghormati pihak–pihak yang berkuasa tidak hanya dalam keluarga tetapi juga dalam organisasi mau pun pemerintahan. Hal yang serupa juga disampaikan dalam pembacaan kedua kita jemaat di kota Roma hidup di tengah masyarakat yang beragam. Oleh karena itu, jemaat mestinya tidak hanya mementingkan kehidupan persekutuan dengan saudara seiman, tetapi juga kehidupan bersama dengan masyarakat lain yang ada di sekitar mereka. Mereka harus tetap melakukannya meskipun mereka sering mengalami tekanan, bahkan aniaya. Kepada mereka, Paulus mengingatkan akan panggilan jemaat untuk hidup di dalam kasih satu dengan yang lain, dan juga dengan sesama manusia. Kasih itu tidak berpura-pura, tetapi harus tulus dan sungguh-sungguh. Jemaat harus dapat menunjukkan kasih mereka kepada semua orang dan juga dapat menunjukkan respek dan penghargaan kepada orang lain dengan memberikan penghormatan yang sepantasnya.

Kita bisa belajar bahwa sikap saling mendahului dalam memeberi hormat ternyata merupakan salah satu perwujudan dari kasih. Kemampuan untuk memeberi hormat ternyata merupakan salah satu perwujudan dari kasih. Kemampuan untuk memberi rasa hormat kepada orang lain adalah sesuatu yang di pelajari, jadi bukan serta merta ada di dalam diri seseorang. Umat Tuhan harus belajar untuk berlomba memberi hormat satu dengan yang lain. Dengan demikian tidak ada lagi sungut-sungut, yang ada hanyalah sekumpulan orang yang saling menaruh hormat satu sama lain. Jika kebiasaan ini sudah menjadi budaya, maka tidak mustahil bahwa saat kita hidup bersama dengan rukun makan Tuhan berkenan dan Ia pun akan memerintahkan berkat-Nya turun atas kita. Karena itu, marilah saling mengasihi dan saling mendahului memberi hormat kepada siapapun sambil menyatakan kasih Tuhan. (MHS)

Bacaan Alkitab: Wahyu 1: (9-11) 12-18; Yosua 24: 1-15

Doa: Ya Tuhan, ajariah kami untuk selalu menyatakan rasa hormat kami sehingga kami semakin mampu untuk menghargai dan mengasihi sesama kami. Amin