Regenerasi (16 Feb 2022)

Bahagialah orang yang mendapat kekuatan daripada-Mu, dan yang berhasrat mengadakan ziarah. Mazmur 84: 6 (BIS)
16 February 2022

Bahagialah orang yang mendapat kekuatan daripada-Mu, dan yang berhasrat mengadakan ziarah. Mazmur 84: 6 (BIS)

Hendaklah kalian waspada dan teguh dalam hidupmu sebagai orang Kristen. Bertindaklah dengan berani dan jadilah kuat. 1 Korintus 16: 13 (BIS)

Regenerasi merupakan hal yang sangat penting, karena kita tidak selamanya bisa melakukan pelayanan sendiri. Seperti pelayan musik, song leader, bahkan seorang Pendeta. Hampir setiap gereja tentu pernah memiliki mahasiswa praktek dari fakultas teologi, khususnya yang berdekatan dengan kampus teologi. Cukup sering terdengar keluhan dari para mahasiswa-mahasiwa tentang pengalaman mereka melayani. Kadang-kadang mereka tidak dianggap, dibiarkan saja, mungkin karena kemampuan mereka diragukan. Terkadang pendeta mengambil kesempatan cuti ketika musim praktek, mahasiswa-mahasiswa tersebut diberikan beban pelayanan yang melampaui tingkat kedewasaan dan keahlian mereka. Yang sering terjadi pada akhirnya ada kebimbangan dari hati mahasiswa, apakah setelah lulus dari fakultas teologi berani terjun langsung dalam dunia pelayanan, ini merupakan salah satu contoh yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Hubungan Paulus dan Timotius seumpama hubungan Pendeta dengan mahasiswa praktek, tetapi Paulus tidak memperlakukan Timotius seperti mahasiswa yang sedang praktek. Ia melatih Timotius, mendoakan dan memberi kesempatan untuk melayani bersama dan meminta agar jemaat memberikan sikap dan kesempatan yang mendukung perkembangan Timotius. Paulus menyadari bahwa dirinya bukanlah orang yang super yang bisa melakukan apa saja dan hidup selamanya. Itu sebabnya ia perlu melatih dan memberi kesempatan bagi Timotius. Mungkin pernah terlintas bagaimana dan apa rahasia kebesaran Paulus sehingga ia memiliki pengaruh yang besar bagi jemaat mula-mula, tentu jawaban dari semua itu adalah ia menyadari kekecilan dirinya, keterbatasannya dan karena itu ia membuka diri untuk bekerja sama dengan rekan pelayanan, memberi diri untuk pelayanan membina generasi muda dan memakai hikmat Tuhan untuk melakukan segala hal, sehingga Paulus berani bertindak dan percaya penuh terhadap kekuatan yang datang dari Tuhan untuk membina setiap jemaat yang ia layani.

Bersediakah kita untuk berbagi kepada saudara kita, ketika Tuhan mempercayakan suatu talenta? Kita belajar dari Paulus memperlalukan Timotius, ia menyadari bahwa apa yang ada padanya akan tetap menjadi berkat ketika ia bisa membina dan menguatkan kawan sekerjanya atau generasi muda yang akan meneruskan pelayanan. Mungkin banyak diantara kita yang Tuhan berikan karunia yang berbeda-beda, terkadang ada yang mau berbagi terhadap saudaranya, ada juga yang hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Paulus sudah memberikan teladan kepada kita hari ini, mari kita lakukan dalam kehidupan kita mulai dari hal kecil di dalam rumah tangga, gereja maupun masyarakat. Ketika kita berani bertindak untuk kebaikan bersama, disanalah kekuatan Tuhan dinyatakan melalui pelayanan kita. (KAJ)

Bacaan Alkitab: Roma 4: 1-8; Efeser 3: 14-21

Doa: Tuhan , mampukan kami untuk tetap rendah hati, supaya apa yang kami lakukan, semuanya itu berkenan kepada-Mu. Berikan kami hikmat, bahwa setiap talenta yang kami miliki hanya untuk hormat dan kemuliaan bagi nama-Nya