Pelita Kehidupan (17 Nov 2021)

Jalan yang kamu tempuh mungkin gelap, dan tak ada cahaya yang bersinar bagimu; tetapi percayalah pada TUHAN. Yesaya 50: 10 (BIS)
17 November 2021

Jalan yang kamu tempuh mungkin gelap, dan tak ada cahaya yang bersinar bagimu; tetapi percayalah pada TUHAN. Yesaya 50: 10 (BIS)

Kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. 2 Petrus 1: 19

Seorang pendeta bernama C. S. Lewis pernah berkata: “Aku percaya pada Kristus sama seperti aku percaya bahwa mentari telah terbit; bukan hanya karena aku melihatnya, tetapi karena dengannya, aku dapat melihat segala sesuatu yang lain.” Perkataan tersebut menarik, membayangkan suatu dunia yang tanpa matahari, seperti alam semesta yang gelap gulita jika tidak ada bintang di dekatnya yang dapat menerangi apa pun. Menariknya dunia yang kita diami, termasuk bumi ini sungguh teratur dan amat baik, karena Allah menciptakan dengan rancangan dan bukan terjadi dengan sendirinya. Kita bisa mendapatkan kehangatan yang cukup dan penerangan yang cukup, serta pergantian musim yang sangat teratur, demikianlah kita melihat kebaikan Allah dalam dunia ciptaan.

Namun dunia ciptaan tidak akan pernah membawa seseorang kepada Allah. Ia memperkenalkan diri-Nya melalui Firman-Nya dan melalui Yesus Kristus. Tanpa kedua hal itu, pengenalan manusia akan Allah hanya berada pada ruang hampa yang gelap tanpa cahaya. Hal tersebut juga disampaikan oleh Nabi Yesaya, ia mengajak orang-orang yang takut akan Tuhan dan mendengarkan suara hamba-Nya untuk percaya dan bersandar kepada Allah. Tanpa itu, hidup seorang akan gelap dan tidak ada cahaya. Firman Tuhan melalui Rasul Petrus mengingatkan bahwa nubuat-nubuat tentang Kristus pada masa para nabi di Perjanjian Lama menjadi suatu pelita yang membuat kita semakin dapat mengenal Allah secara jelas dalam diri Yesus Kristus.

Penyataan Kristus dan Firman Allah, merupakan wujud pelita yang Allah berikan bagi manusia untuk dapat mengenal-Nya. Pengenalan akan Tuhan, membuat manusia tidak lagi diombang-ambingkan dalam kegelapan kehidupan tanpa makna dan arti. Seperti seorang Filsuf pernah berkata, bahwa kehidupan manusia tidak berarti dan tidak memiliki tujuan apa pun, dan suatu arti dan tujuan yang ada hanyalah ilusi buatan manusia semata. Hal tersebut tentu tidak kita percaya; dalam iman Kristen kita percaya, bahwa Tujuan akhir manusia adalah memuliakan Allah dan menikmati Dia untuk selama-lamanya. Hal tersebut kita ketahui dari FirmanNya sebagai pelita yang menuntun jalan umat-Nya. (FAO)

Bacaan Alkitab: Lukas 13: (1–5) 6–9; 1 Tesalonika 2: 13-20

Doa: Terangilah hidup kami dengan firmanMu ya Tuhan agar kami dapat terus melangkah dalam kehidupan yang berpengharapan. Amin