Merasa Cukup (22 Okt 2021)

TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering. Yesaya 58: 11
22 October 2021

TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering. Yesaya 58: 11

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Filipi 4: 19

Sebuah lagu dari serial film kartun anak bunyinya demikian: “aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali.” Memang ada banyak kenginan dalam diri manusia dan bila diikuti tentu tidak akan ada habisnya, tidak akan pernah merasa puas. Mungkin itu salah satu penyebab mengapa ada orang dengan penghasilan tinggi tetap korupsi, ada orang yang tega menipu demi keuntungan sebanyak mungkin, berebut jabatan, terjadi kerusakan lingkungan hidup karena konsumsi berlebihan, peperangan demi sumber daya alam.Semua kekacauan itu terjadi demi pemuasan segala keinginan manusia. Mahatma Gandhi pernah mengatakan: “dunia ini menyediakan cukup bagi kebutuhan setiap orang, namun tak cukup bagi keserakahan setiap orang.”

Kedua bacaan hari ini terkesan mendukung manusia untuk memuaskan segala keperluannya. Benarkah demikian?Bila memperhatikan ayat-ayat yang mendahului firman hari ini maka kita dapat melihat bahwa sejatinya kedua firman ini dilatarbelakangi sikap kepedulian dan kerelaan berbagi dengan sesama, bukan mementingkan diri sendiri.Dalam kitab Yesaya yang Allah inginkan agar orang percaya memecah roti bagi orang lapar, membawa orang miskin yang tak punya rumah, memberi pakaian orang telanjang dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudara sendiri.Dalam Surat Filipi, Paulus mengucap syukur atas segala pemberian dari jemaat kepadanya sehingga ditengah segala kekurangan ia merasa cukup. Kepada orang-orang yang hidup cukup namun masih sempat memperhatikan sesama maka Allah sendiri yang akan menjadi pembelanya. Allah akan menuntun, memuaskan hati dan memenuhi segala keperluan seturut kekayaan dan kemuliaanNya bukan sesuai kehendak kita.

Mungkin situasi hidup saat ini seperti di tanah kering yang sulit dan seolah tidak ada harapan, kiranya keadaan itu tidak membuat kita mengurung diri dari sesama.Fransiskus Asisi dalam doanya mengatakan: “dalam pemberian kami menerima.” Percayalah bahwa dari tanah kering Allah yang kaya dan mulia itu dapat memuaskan hati kita, tidak selalu dalam rupa materi namun bisa lewat hati yang dipenuhi ketenangan, kedamaian, dan ketabahan. (JVS)

Bacaan Alkitab: Yohanes 18: 28–32; Lukas 13: 10–17

Doa: Tuhan ajari kami merasa cukup atas berkat-Mu setiap hari sehingga kami mampu berbagi dengan sesama. Amin