Mentalitas Orang Percaya (6 Maret 2022)

TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi. Habakuk 2: 20
6 March 2022

TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi. Habakuk 2: 20

Orang Majus berkata: Kami datang untuk menyembah dia. Matius 2: 2

Khawatir, cemas, resah, gundah, takut, overthinking, was-was, pesimis, kecil hati, tawar hati demikianlah ungkapan-ungkapan perasaan yang mendominasi apabila kita bersama-sama jujur ditengah-tengah situasi kita saat ini. Bukan saja karena pandemic covid-19, pada masa kemujuran dan kelimpahan pun seseorang kerap kali diselimuti perasaan-perasaan tersebut. Kadang kita memerlukan perasaan tak berdaya yang menjadikan kita mawas diri, namun ada pula efek buruk yang akan kita rasakan apabila berlebihan merasakannya. Semisal saja, takut gagal jadinya tidak pernah mencoba, takut kekurangan jadinya pelit, takut celaka jadinya tidak mau pergi ke mana-mana, takut masa depan lalu jadi bunuh diri. Kadang timbul pertanyaan, mengapa saya jadi lemah iman dan meragukan kuasa Tuhan?Dimanakah Tuhan? Apakah maksudnya?

Sebagaimana pembacaan kita didalam Habakuk, situasi yang dihadapi oleh umat pilihan pada masa Nabi Habakuk ini adalah situasi yang ditandai dengan ketidakadilan, kejahatan, kelaliman, penganiayaan, kekerasan, perbantahan dan pertikaian. Situasi yang bagi siapapun menjalaninya akan mengalami kekuatiran dan ketakutan. Karena penindasan yang dialami Israel, Habakuk mempertanyakan di manakah Tuhan. Contoh yang baik bagaimana orang beriman itu berdoa, di mana doa itu diungkapkan oleh orang yang beriman. Doa orang yang beriman tidak hanya berisi pengaduan, tetapi pujian, bukan mempertanyakan melainkan juga percaya. Para orang Majus juga memberi suatu teladan mentalitas sebagai orang percaya yang menantikan Tuhan. Mereka begitu bersemangat untuk bertemu dengan Yesus, mereka tetap menundukkan diri dan antusias didalam (masa penantian) menghidupi apa yang mereka percayai. Apakah kita antusias menyambut kedatangan Tuhan dan selalu bersukacita di atas kehadiran-Nya yang akan menolong kita?

Saudara-saudara iman tidak berarti percaya tanpa kekuatiran, tetapi iman itu lahir dari pergumulan-pergumulan ketika kita mengalami banyak kekuatiran. Mentalitas/sikap hati orang yang beriman, sesungguhnya berasal dari proses kehidupan yang nyata, dari kekuatiran, dari ketakutan yang nyata, tapi lalu lahir sebuah keyakinan, sebuah kepercayaan bahwa Tuhan tetap menyertai kehidupan. Tetaplah berkobar dalam iman. (GAKLIE)

Bacaan Alkitab: Matius 4: 1-11; Ibrani 4: 14–16; Kejadian 3: 1-19 (20-24); Mazmur 91

Doa: Tuhan tolonglah kami memiliki kekuatan dan keteguhan pada setiap musim hidup kami. Topanglah kami agar kami kuat. Amin