Menjadi Pemenang (8 Feb 2022)

Jangan takut kalau kamu diejek manusia, jangan cemas kalau kamu dihina mereka. Yesaya 51: 7 (BIS)
8 February 2022

Jangan takut kalau kamu diejek manusia, jangan cemas kalau kamu dihina mereka. Yesaya 51: 7 (BIS)

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. 1 Timotius 6: 12

Saya percaya bahwa setiap kita ingin menjadi pemenang, ingin menjadi orang yang sukses atau berhasil dan ingin menjadi orang yang berpengaruh serta ingin menjadi pemimpin yang hebat. Semua keinginan tersebut sangat baik dan tidaklah salah. Semua itu merupakan keinginan terbesar kita di dunia ini. Mengapa demikian? Karena memang tidak ada satu orang pun yang merancangkan hidupnya menjadi orang yang gagal atau menjadi orang yang kalah dalam kehidupannya. Menjadi pemenang memerlukan perjuangan yang keras. Tidak ada pemenang yang memiliki mental lembek. Seorang pemenang harus memiliki sportivitas tinggi.

Saudara/I yang dikasihi Tuhan Yesus, dalam hidup manusia sesungguhnya saat ini kita sedang berjuang/bertanding untuk menjadi pemenang. Perjuangan yang kita sedang lakukan adalah bagaimana kita sebagai manusia untuk semakin hari berubah seperti kristus. Kita berjuang untuk dapat hidup berkenan di hadapan Tuhan. Perjuangan untuk dapat hidup berkenan di hadapan Tuhan tentunya banyak sekali menuai tantangan. Entah itu tantangan dari internal ataupun eksternal. Tantangan internal seperti hawa nafsu kita, sedangkan tantangan eksternal seperti lingkungan. Tetapi Tuhan tetap menginginkan kita untuk menjadi pemenang. Tuhan memberikan nasihat bagi manusia melalui nasihat Nabi Yesaya “Jangan takut kalau kamu diejek manusia, jangan cemas kalau kamu dihina mereka” ini adalah nasihat bagi umat yang hidup dengan benar supaya mereka tidak goyah imannya ketika lingkungan sekitarnya tidak melakukan perintah Tuhan. Mereka harus tetap menjalani hidupnya menurut Firman Tuhan. Perintah serupa juga disampaikan Paulus kepada Timotius sebagai anak muda yang percaya kepada Tuhan Yesus. Paulus merasa sangat perlu menguatkan Timotius supaya imannya tidak goyah. Paulus memakai ungkapan pertandingan untuk perjuangan iman Timotius. Hal ini supaya Timotius tidak menjadi pemuda Kristen yang hanya berpartisipasi menjadi orang Kristen tetapi Paulus mau suapaya Timotius menjadi pemenang. Artinya ia menjadi pemuda Kristen yang kuat imannya.

Saudara/I yang dikasihi Tuhan Yesus, saya dan saudara/I sedang berjuang, kita sedang bertanding. Pertandingan kita adalah menjadi serupa dengan Yesus untuk mendapatkan mahkota kemualian. Pertanyaannya apakah kita akan menjadi pemenang atau pecundang? Tuhan Yesus menginginkan kita menjadi pemenang. Saya percaya bahwa kita semua ingin menjadi pemenang. Ingat saudara/I tidak ada pemenang yang memiliki sifat malas, lemah dsb. Pemenang harus memiliki semangat yang kuat, pekerja keras, memiliki integritas dan sportivitas. Mari kita bertanding dalam pertandingan rohani kita untuk menjadi pemenang. Walaupun banyak tantangan yang menghadang hendaknya kita jangan goyah. Tunjukan dimanapun berada bahwa kita adalah pemenang bukan pecundang. Pemenang mencintai kebenaran pecundang mencintai kejahatan. (IWM)

Bacaan Alkitab: Matius 8: 28-34; Efesus 1: 1-6

Doa: Tuhan, Tolong jadikan kami pemenang. Amin