Mengharukan (31 Maret 2022)

“Kamu menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN. Amos 4: 11
31 March 2022

“Kamu menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN. Amos 4: 11

Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya. 2 Timotius 2: 13

Satu kata yang cocok untuk kasih Allah yang tidak dapat kita selami adalah “mengharukan.” Ketika bangsa Israel menjadi pribadi yang bebal, tidak mau bertobat meskipun Allah telah memperingatkan melaui berbagai peristiwa, Allah tetap menunggu pertobatan mereka. Amos menggambarkan betapa bebalnya bangsa Israel. Mereka tetap bersikukuh berada dalam keberdosaannya. Mereka tidak mengindahkan teguran-teguran Allah yang disampaikan melalui berbagai peristiwa sebagai bentuk penghukuman (kelaparan, kekeringan, gagal panen, sampar, kematian anak-anak muda, kehancuran kota-kota sebagai tempat tinggal). Allah mengurung mereka dengan penderitaan, tetapi Allah menyelamatkannya seprti patung yang ditarik dari kebakaran, tetapi mereka tetap tidak mau berbalik kepada Tuhan. Betapa bebalnya mereka. Mereka telah mati rasa. Mereka tidak mau mengerti akan kasih Allah yang sesungguhnya telah mereka alami. Apa yang terjadi dalam kehidupan umat Allah di zaman nabi Amos menjadi gambaran yang juga sering terjadi dalam kehidupan kita selaku umat Tuhan di masa kini. Dalam kesalahan-kesalahan yang kita lakukan Allah menegur dengan berbagai peristiwa dan melalui teguran itu Ia menyelamatkan kita, tetapi seringkali kita tidak mau mengerti teguran kasihNya.

Kebiasaan yang ada di dalam dunia ini adalah ketika seseorang dihianati oleh rekanan kerjanya, ia pun merespons dengan ketidaksetiaan. Ia akan marah. Bahkan kalau dalam dunia bisnis seseorang yang dihianati oleh rekan kerjanya, ia bisa mengenakan sangsi yang berat kepada rekan kerja yang kepadanya ia telah mengikat perjanjian. Tetapi ada satu pribadi yang sungguh luar biasa. Ia dihianati namun ia tidak marah, ia tetap setia pada perjanjianNya. Pribadi itu adalah Allah kita. Tetapi siapakah Dia yang menjadi Allah kita yang kasih setianya mengatasi segala langit? Allah yang kasih setiaNya tiada bandingnya? Dialah Allah yang kita kenal dalam Yesus Kristus. Dia yang dalam diri Yesus Kristus Putra TunggalNya rela mati guna menebus kita dari kasalahan yang kita lakukan. Sungguh mengharukan kasih yang Allah telah Ia berikan kepada kita. Kasih yang teramat susah untuk kita mengerti, tetapi itulah kenyataannya, bahwa Allah tetap setia ditengah-tengah ketidaksetiaan kita. Satu hal yang Allah inginkan adalah agar kita percaya kepadaNya yang mengasihi kita. Amin. (PR)

Bacaan Alkitab: 2 Korintus 4: 11-18; Yohanes 15: 26-16: 4

Doa: Ya Tuhan, kasihMu tiada taranya. Engkau Allah yang tetap peduli kepada kami yang berdosa ini. Teguran yang Engkau berikan kepada kami adalah bukti kasihMu kepada kami. Tolonglah kami, agar kami tidak mengabaikan kasihMu. Amin.