Mendengar Suara Sang Gembala (18 Jan 2022)

Gembalakanlah umat-Mu dengan tongkat-Mu. Mikha 7.14
18 January 2022

Gembalakanlah umat-Mu dengan tongkat-Mu. Mikha 7.14

Domba-domba itu mengikuti dia (gembala), karena mereka mengenal suaranya. Yohanes 10.4

Menjadi seorang gembala, bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Khususnya dalam budaya Yahudi, seorang gembala bukan sekedar orang yang menggiring kawanan ternaknya ke padang rumput, tetapi ia juga harus rela mempertaruhkan nyawa demi menjaga kawanan ternaknya.

Tuhan Yesus memproklamirkan diriNya sebagai seorang Gembala dan kita adalah kawanan domba gembalaanNya. Tuhan Yesus tidak hanya menggiring dombaNya untuk menemukan padang rumput dan sumber air, tetapi Ia juga rela berkorban untuk menemukan dan menolong dombaNya yang tersesat. Karena perbuata yang penuh kemana saja, karena mereka telah percaya dan mengenal suaraNya. Tuhan adalah Gembala sekaligus pemimpin kawanan yang baik, maka dari itu dalam doanya, Nabi Mikha juga memohon agar Tuhan selalu menjadi Gembala atas umatNya, karena pada saat itu umat telah jauh dari pada Tuhan. Mikha percaya bahwa hanya Tuhan yang dapat melepaskan mereka dari jalan yang menyimpang dan membawa mereka ke tempat yang dikehendakiNya.

Sangat penting untuk mengenal dan mengikuti suara Sang Gembala, sehingga kita tidak tersesat ke jalan yang salah. Namun, ironisnya kita seringkali menjadi dombadomba yang tidak taat bahkan tidak peka terhadap suara Sang Gembala. Ketika kita menjumpai pergumulan dan tantangan hidup, kita cenderung mencari jalan keluar sendiri. Kita berpikir dengan mengandalkan kekuatan diri dan hal-hal yang kita miliki di dunia, kita mampu menemukan jalan keluar. Pada akhirnya, ketika segala sesuatu tidak sesuai ekspetasi, kita kecewa dan mulai menyalahkan Tuhan. Maka dari itu, kedua Firman Tuhan hari ini ingin mewartakan kembali kepada kita, yaitu mari asah kembali kemampuan spiritualitas kita untuk mengenali suara Tuhan. Bagaimana caranya? Akrabkan diri dengan Firman Tuhan, jangan anti dengan hal berdoa, sehingga kita bisa membiasakan diri untuk hidup dalam kebenaran, sehingga kita bisa membedakan manakah suara Tuhan yang membawa kita kepada jalan kedamaian. Layaknya bangsa Israel yang terhilang dan dicari oleh Tuhan, serta memperoleh pengampunan. Kita pun akan digiring menuju tanah yang subur dan sumber mata air yang segar oleh Tuhan Yesus sebagai Gembala yang baik, ketika kita mau mendengar suaraNya. (AEPTB)

Bacaan Alkitab: Markus 2: 23-28; Yosua 4: 1-5 :1

Doa: Terima kasih Tuhan Yesus, karena sudah berkenan menjadi Gembala atas kami. Ajar kami untuk selalu peka dan mendengar suaraMu. Amin.