Melakukan Yang Baik (17 Okt 2021)

Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian. Yesaya 53: 7
17 October 2021

Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian. Yesaya 53: 7

Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. 1 Petrus 2: 23

Sejak lama manusia menentukan standar kebaikan yang dapat digunakan dalam pergaulan sehari-hari di tengah masyarakat. Ada yang mengatakan sesuatu disebut baik bila mendatangkan keuntungan bagi semakin banyak orang, ada yang mengatakan sesuatu baik bila dikerjakan dengan motivasi-motivasi yang luhur dan standar-standar lainnya. Apakah standar kebaikan bagi murid Tuhan Yesus?

Standar kebaikan orang percaya ditentukan sendiri oleh Allah yang nyata melalui firman-Nya. Introitus dalam sepekan mengatakan yang baik adalah berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu. Firman ini dilatarbelakangi keadaan umat yang waktu itu berlaku tidak jujur, saling menyakiti, tangan mereka cekatan berbuat jahat, hakim dapat disuap, pembesar memberi putusan sekehendaknya, hukum mereka putar balikkan, bahkan sampai situasi di tengah keluargapun kacau, anak-anak melawan orang tuanya, menantu melawan mertuanya, musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.Segala bentuk peribadatan dan persembahan terbaik akan menjadi sia-sia karena dalam praktek setiap hari mereka berlaku semena-mena terhadap sesama. Allah tidak berkenan terhadap semuanya itu kecuali manusia memperbaiki dirinya dengan berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup rendah hati di hadapan Allah. Apakah mungkin manusia memenuhi standar itu?

Sangat mungkin, karena standar kebaikan itu dipenuhi dalam kehadiran Allah yang merendahkan diri menjadi sama dengan manusia dalam Yesus Kristus. Yesus ikut merasakan apa yang dirasakan manusia. Ia dianiaya, dicaci maki, menderita sampai disalibkan tetapi tetap setia sampai akhir pada tugas-Nya demi dunia selamat, meskipun sejatinya Ia berkuasa untuk bebas dari perangkap orang-orang yang hendak menyalibkanNya. Dalam karya keselamatan Tuhan Yesus mewujud kasih sekaligus keadilan, kesetiaan dan kerendahan hati-Nya sebagai Anak Allah. Semua itu dilakukannya atas dasar kasih yang agung bagi dunia yang terancam binasa. Jadi kehidupan yang baik adalah kehidupan yang tiap geraknya dilandasi kasih yang besar kepada Allah dan sesama ciptaan.

Maka kini setiap orang percaya dipanggil untuk menjalani hidup baik yang didasari kasih. Kasih akan mendorong seseorang berlaku adil dan setia kepada semua ciptaan juga merendahkan hati di hadapan Tuhan. Selamat belajar menjalani hidup yang baik yang seturut kehendak Tuhan. (JVS)

Bacaan Alkitab: Markus 10: 2-9 (10-12) 13-16; 2 Korintus 3: 3-6 (7-9); Kejadian 8: 18-22, 9:12-17; Mazmur 62

Doa: Allah sumber segala kebaikan, ajarilah kami hidup menurut standar kebaikanMu sehingga melalui gerak hidup kami nama-Mu dimuliakan. Amin