Manusia Bukan Pusat Dunia Ini (11 Des 2021)

TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa. Mazmur 33: 10
11 December 2021

TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa. Mazmur 33: 10

Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? 1 Korintus 1: 20

Beberapa waktu yang lalu, kita mendengar berita bahwa dana bansos covid-19 dikorupsi oleh pemimpin yang memangku tangggungjawab untuk menyalurkannya hingga mencapai jumlah puluhan milyar rupiah. Rasanya adaada saja celah bagi “maling” dan “rampok” uang rakyat ini bertingkah sekalipun ada Badan Hukum KPK yang mengawasinya. Hal-hal tersebut menyiratkan dengan jelas bahwa kepemimpinan manusia sangat rapuh dan membutakan mata iman seseorang. Bukan saja dilingkungan masyarakat, ditengah-tengah lingkungan gereja hal ini juga menjadi suatu hal yang nyata adanya. Seringkali kita terfokus pada penampilan luar seseorang, orang kaya diperhatikan; orang miskin dikesampingkan. Orang cantik diprioritaskan, orang lemah diabaikan. Betapa memprihatinkan jiwa dimata kita manusia adalah pusat dunia ini, sehingga sebagai manusia kita bebas berbuat, menilai dan memanfaatkan.

Pemazmur mengungkapkan bahwa pusat dari segala hal didalam kehidupan kita adalah Allah. Bangsa-bangsa berpusat pada Allah, tidak ada rencana atau rancangan yang akan berhasil menggagalkan rencana baik Allah. Rancangan-Nya tidak akan pernah tergoyahkan, sekalipun sangat pandaiNya manusia membuat rencana. Allah melihat umat manusia secara menyeluruh. Allah tak pernah melihat kita melalui penampilan luar semata, namun lebih melihat apa yang mengisi hati kita. Allah menciptakan hati kita, dan Dia memahami semua yang kita lakukan. Dia pun memiliki kuasa untuk ikut campur tangan di dalam hidup kita dan melepaskan kita dari keadaan-keadaan yang berjalan di luar kendali kita atau hanya sesuai kendali kita saja.

Jika hari ini kita masih ada didalam pilihan dan cara hidup yang salah, bertobatlah. Sehingga apa yang kita perbuat bukan menjadi kebodohan dihadapan Allah dan Allah tidak menolak kita. Ingatlah, persembahan Kain ditolak oleh Allah karena ia tidak memberi dengan hati yang baik. Pakailah seluruh laku hidup dan pengabdian kita untuk sungguh-sungguh memuliakan Allah saja, bukan men-tuhankan diri kita didunia ini. (GAKLIE)

Bacaan Alkitab: 1 Tesalonika 4: 13–18; Zakharia 8: 9–19

Doa: Terimakasih untuk tuntunan kasihMu ya Allah. Ampunilah kelemahankelemahan kami dan baharuilah hidup kami saat ini didalam kasih anugerahMu. Amin.