Makna Kemurahan Hati (19 Jan 2022)

Siapa mengolok-olok orang miskin menghina Penciptanya; siapa gembira karena suatu kecelakaan tidak akan luput dari hukuman. Amsal 17: 5
19 January 2022

Siapa mengolok-olok orang miskin menghina Penciptanya; siapa gembira karena suatu kecelakaan tidak akan luput dari hukuman. Amsal 17: 5

Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Matius 5: 7

“Kemurahan hati akan berdampak positif pada kebahagiaan, kesehatan dan tujuan hidup dari orang yang melakukannya, bahkan orang yang murah hati akan menerima kembali apa yang mereka berikan. Melepaskan sebagian yang kita miliki akan membuat hidup kita berbuah.” Kalimat ini dicetuskan oleh Christian Smith dan Hilary Davidson dalam buku “The Paradox of Generosity”, sebuah penemuan akademis dalam bidang sosiologi tentang dampak dari orang yang bermurah hati kepada orang lain.

Sikap kemurahan hati sangat penting untuk dimiliki oleh manusia, karena menunjukkan sikap diri yang mau hadir bagi sesama dengan bersimpati dan empati. Tuhan Yesus mengajarkan hal yang sama kepada para murid, karena dengan bermurah hati atau berbelas kasih kepada sesama maka mereka akan dimampukan untuk merasakan kebahagiaan didalam Tuhan. Amsal juga memberikan contoh sikap kemurahan hati dengan tidak mengolok-olok orang miskin. Sebenarnya secara luas dapat ditafsirkan maksud dari Amsal adalah tidak memandang rendah sesama, karena tanpa disadari juga memandang rendah Sang Pencipta, sebab mereka pun adalah gambar dan rupa Tuhan.

Kemurahan hati tidak sekedar berbicara mengenai uang atau materi, tetapi menyangkut banyak hal, misalnya memberi diri, tenaga, waktu dan segala sesuatu yang terbaik, yang dapat kita berikan kepada sesama. Oleh karena itu, bermurah hati tidak perlu menunggu saat hidup kita berkelimpahan, melainkan dapat kita lakukan dalam berbagai situasi dan kondisi, dengan dasar bahwa kita telah menerima kemurahan hati Tuhan terlebih dahulu. Maka dari itu, tidak ada ruginya ketika kita memiliki sikap murah hati, padahal mungkin saja kita juga sedang memerlukan pertolongan. Percayalah bahwa Tuhan mencukupkan setiap apa yang kita perlu. Sekali lagi ingat, bahwa melepaskan apa yang kita miliki akan membuat hidup kita berbuah dan tentunya akan membawa kebahagiaan dan damai yang kekal bagi kita, sebab Tuhanlah yang menumbuhkan buah tersebut. (AEPTB)

Bacaan Alkitab: Roma 9: 31-10: 8; Yosua 5: 13-15

Doa: Tuhan Yesus, berikanlah kami hati seperti hatiMu yang penuh dengan kemurahan hati dan belas kasihan. Amin