Kesukaan Tuhan (12 Nov 2021)

TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan. Yesaya 2: 12
12 November 2021

TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan. Yesaya 2: 12

Kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati”. 1 Petrus 5: 5

Secara naluriah manusia ingin dipuji, diperhatikan, diprioritaskan, dihargai dan tidak mau direndahkan atau disepelekan. Naluri ini cenderung membuat manusia meninggikan diri dan sulit merendahkan hati. Di zaman ‘keras’ seperti ini sangat sulit menemukan orang yang rendah hati. Kerendahan hati sesungguhnya adalah sifat bijak dalam diri seseorang yang membuat ia dapat memposisikan dirinya sama dengan orang lain, tidak merasa lebih pintar, tidak merasa lebih baik, tidak merasa lebih mahir, tidak merasa lebih hebat, dan dapat menghargai orang lain dengan tulus. Nampaknya memiliki sikap rendah hati sangat indah. Kalau kita bertemu dengan orang yang rendah hati pasti kita sangat senang, kagum tentunya kita suka terhadap orang tersebut.

Saudara/i yang dikasihi Tuhan Yesus, manusia sangat menyukai sikap rendah hati, apalagi Tuhan. Tuhan sangat membenci orang yang congkak, angkuh dan orang yang meninggikan diri seperti yang ditulis oleh Yesaya dan Petrus. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa Tuhan menghukum orang yang congkak, angkuh dan yang meninggikan diri tetapi Tuhan mengasihi orang yang rendah hati. Orang yang rendah hati adalah orang yang hidupnya selalu mengandalkan Tuhan. Terlebih bahwa orang yang rendah hati adalah orang yang mampu menghargai manusia dan Tuhan. Tidak menganggap diri selalu yang terutama. Ia selelu mengusahakan persekutauan dan kesatuan bukan menginginkan perpecahan dalam persekutuan. Manusia yang memiliki sifat rendah hati, sesungguhnya dialah yang mencerminkan bahwa Tuhan ada dalam hidupnya. Hal ini karena pada hakikatnya Tuhan itu rendah hati dan suka pada manusia yang rendah hati.

Saudara/i yang dikasihi Tuhan Yesus, rendah hati adalah sifat yang harus kita miliki sebagai pengikut Kristus. Tuhan Yesus sendiri telah memberikan teladan hidup bagi kita seperti yang tertulis dalam Filipi 2:6-7, “…yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,”. Ini adalah bukti bahwa Tuhan Yesus adalah teladan yang sempurna bagi kita manusia. Tuhan Allah berkenan kepada-Nya. Milikilah sifat rendah hati dalam diri kita karena ini adalah yang menjadi kesukaan Tuhan. (IWM)

Bacaan Alkitab: 2 Korintus 6: 1-10; Lukas 18: 9–17

Doa: Tuhan, terima kasih untuk teladan rendah hati yang telah Tuhan berikan kepada kami dalam Tuhan Yesus, biarlah hidup kami menjadi kesukaan-Mu. Amin