Kemerdekaan Yang Sejati (17 Feb 2022)

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku. Mazmur 25: 5
17 February 2022

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku. Mazmur 25: 5

Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku, kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. Yohanes 8: 31-32

Seorang guru akan merasa bangga jika muridnya berhasil dan sukses dikemudian hari. Itulah yang menjadi pengharapan banyak orang ketika mereka memiliki anak didik, karena mereka berhasil mengantar muridnya mengenal dunia melalui bangku pendidikan, sehingga mereka tidak tertindas dalam kebodohan tetapi merdeka dalam menjalani kehidupan seharihari, berkat pengetahuan yang sudah mereka dapatkan. Yesus pun demikian. Bagi Yesus, ukuran kesuksesan seorang murid terletak ketekunannya memelihara ajaran Yesus. Selain itu juga pada adanya bukti nyata bahwa firmanNya telah mengubah hidup. Sama seperti orang tua yang membesarkan dan melatih anak-anaknya, Allah mengerjakan dan menunjukkan jalan itu, dan bertindak sebagai navigator dalam perjalan hidup umat.

Sikap pemazmur merupakan sikap iman yang mencangkup tiga hal: pertama: seluruh perhatian permazmur diarahkan kepada Tuhan, kedua: ia mempercayakan dirinya kepada Allah, sehingga ia merasa tak mungkin dipermalukan oleh musuh, ketiga: Ia juga menantinantikan Tuhan, sehingga masa depannya terbuka karena Tuhan menyelamatkan umat-Nya. Dari sikap iman yang demikian, di dalam kesulitan pribadi yang di alami, pemazmur meminta kepada Allah seperti yang pernah dilakukan Musa di padang gurun agar ia mengenal jalan Tuhan, supaya ia dapat hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan. Begitu juga menjadi murid Yesus artinya mengikut Dia, tinggal di dalam firmanNya dan mengalami kebenaran yang memerdekakan. Firman Tuhan membuat seseorang menyadari dosa dan memiliki kekuatan untuk hidup merdeka, serta tidak lagi menjadi budak dosa. Realitanya pengajaran tersebut agak sulit diterima orang banyak yang mendengarkan Yesus. Mereka terkejut karena merasa tidak menjadi budak dosa. Selam ini mereka memahami diri sebagai umat yang istimewa karena status mereka sebagai keturunan Abraham. Nyatanya status sebagai umat Allah tidak serta merta membuat mereka hidup di dalam kebenaran, seperti yang Abraham lakukan. Dalam kehidupan Abraham kita menjumpai iman serta ketaatan kepada panggilan dan kehendak Allah. Maka bila mereka sungguh-sungguh anak Abraham, seharusnya mereka juga menyambut Yesus dan mentaati firman-Nya, supaya mereka mengetahui kebenaran dan hidup di dalamnya.

Kita sebagai orang percaya, yang telah menerima anugerah keselamatan, patut hidup di dalam kemerdekaan dari dosa, dan selanjutnya jadi teladan bagi orang lain agar mereka pun melihat arti merdeka dari dosa. Hanya dengan hidup setia dan tekun mempraktekkan firman Kristus, maka orang percaya dapat sungguh-sungguh mengalami kemerdekaan atas dosa. Ingatlah kebenaran ini, hanya Kristus yang dapat memerdekakan. (KAJ)

Bacaan Alkitab: 1 Korintus 3: (1-3) 4-8; Efesus 4: 1-6

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk terus taat dan setia melakukan firman-Mu, supaya kami dapat hidup berkenan dan betindak benar dalam kehidupan sehari-hari. Dan tetap berjalan di jalan-Mu yang benar. Amin.