Kembali (31 Jan 2022)

Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu. “Inilah kami, kami datang kepada-Mu, sebab Engkaulah TUHAN, Allah kami.” Yeremia 3:22
31 January 2022

Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu. “Inilah kami, kami datang kepada-Mu, sebab Engkaulah TUHAN, Allah kami.” Yeremia 3:22

Kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu. 1 Petrus 2:25

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kembali memiliki arti “balik ke tempat atau keadaan semula”.Melalui kata kembali, Allah mengajak anak-anakNya, yang juga adalah domba-dombaNya untuk berpaling dari kemurtadan, lalu segera datang kepada Sang Gembala dan Pemelihara Jiwa. Allah memanggil mereka yang murtad sebagai anak-anak, dan Allah memanggil mereka dengan penuh kelemahlembutan dan kasih sayang. Seperti anak-anak, mereka bodoh dan suka melawan. Seperti domba, mereka begitu keras kepala dan suka mengikuti keinginannya sendiri. Mereka senang mencari jalannya sendiri hingga tersesat.

Jika seekor domba terpisah dari kawanannya, ia akan menjadi bingung, bahkan ia akan merebahkan diri dan tidak mau bergerak menunggu gembalanya. Sementara itu, ketika tersesat umat Allah pada masa Nabi Yeremia berseru, “Inilah kami, kami datang kepada-Mu, sebab Engkaulah TUHAN, Allah kami.” Mereka langsung menanggapi panggilan Allah agar mereka kembali, tanpa menunda-nunda. Mereka mengakui di hadapan Allah bahwa dosa dan kebodohan mereka adalah berpalingnya mereka dari Allah. Oleh karena itu, mereka kembalikepada Sang Gembala Agung, dan mereka tidak lagi mengarahkan pandangan mereka pada gembala upahan yang menawarkan kebahagiaan sementara.Alkitab versi King James menerjemahkan kata kembali pada Surat 1 Petrus 2 : 25 dengan “dikembalikan”. Hal tersebut menunjukan bahwa kembalinya orang berdosa merupakan hasil dari kasih karunia Allah.

Berbicara mengenai kata kembali, tentu erat kaitannya dengan rumah. Kita pernah kembali ke rumah karena lupa membawa hp. Kita tentu kembali ke rumah setelah menyelesaikan tugas di kantor. Atau, dulu bapak saya pernah berkata kepada ibu, “Tidak usah suruh-suruh anakmu pulang, nanti kalau dia lapar juga kembali”. Pertanyaannya, lapar pada apakah kita saat ini? Dalam Injil Matius 5 : 6 &10, Yesus berkata kepada orang banyak, “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Mari kembali segera kepada Sang Gembala dan Pemelihara Jiwa kita, karena hanya di dekatNya sajalah kita tenang. (YDS)

Bacaan Alkitab: 2 Korintus 3: (9-11) 12-18; Yosua 21: 1–3, 41–45

Doa: Ya Allah Sang Gembala dan Pemelihara Jiwa kami, tuntunlah kami kembali kepadaMu, sehingga kami berani menjalani kehidupan ini dengan benar, serta berani menyatakan kebenaran. Amin