Kedurhakaan Versus Kasih Karunia (27 Des 2021)

Engkau berkata: Aku tidak bersalah! Memang, murka-Nya telah meninggalkan aku! Sesungguhnya Aku akan membawa engkau ke pengadilan, oleh karena engkau berkata: Aku tidak berdosa! Yeremia 2: 35
27 December 2021

Engkau berkata: Aku tidak bersalah! Memang, murka-Nya telah meninggalkan aku! Sesungguhnya Aku akan membawa engkau ke pengadilan, oleh karena engkau berkata: Aku tidak berdosa! Yeremia 2: 35

Siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. 1 Petrus 1: 13

Suatu hari kita pernah mendengar ucapan “anak durhaka”kata seorang ibu kepada anaknya. Seorang anak yang dilahirkan, dipeliharanya dalam kasih sayang, disekolahkan dan dibimbing sehingga menjadi orang yang berhasil. Tetapi sayang, ketika semua itu telah dialami ia melupakan semua kasih sayang yang telah diterima dari ibunya. Ia kini sudah merasa tidak lagi memerlukan ibunya, bahkan ia tidak mengakui keberadaan ibunya. Kita dapat membayangkan betapa durhakanya anak itu dan betapa sedihnya hati seorang ibu menyaksikan kedurhakaan anaknya.

Dalam kitab Yeremia pasal 2 kita dapat melihat kedurhakaan bangsa Israel terhadap Allah. Saat Israel keluar dari Mesir atas pemeliharaan Allah, mereka berlaku begitu setia kepada Allah bagaikan isteri muda yang setia terhadap suaminya. Tetapi kini setelah mereka mengecap kebaikan Allah dalam seluruh perjalanan yang sulit dan tiba di negeri yang subur sebagai anugerah, mereka berpaling kepada illah-illah orang Kanaan. Mereka melupakan Allah. Ketika hal itu terjadi mereka sama sekali tidak merasa bersalah di hadapan Allah. Mereka melihat dan merasakan bahwa apa yang diperbuatnya adalah benar. Namun di balik kedurhakaan bangsa Israel, Allah tetap menyatakan kasih-Nya dengan memanggil Yeremia untuk menyampaikan teguran agar mereka sadar akan kesalahannya dan mau berbalik kepada kasih karunia Allah. Allah tetap setia dan ingin meraih mereka kembali menjadi milik kesayangan-Nya. Allah memperhadapkan kasih karunia-Nya kepada bangsa Israel yang mendurhaka. Dalam kitab 1 Petrus kita menemukan suatu nasehat yang ditujukan kepada jemaat yang ada di Asia Kecil yang telah menerima kasih karunia Allah. Rasul Petrus menasehatkan agar mereka menyiapkan akal budinya, bersikap waspada dan menaruh seluruh pengharapannya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepada mereka pada waktu penyataan Yesus Kristus. Kemewahan dan kesukaran sama-sama menjadi peluang yang dipergunakan oleh kuasa kegelapan untuk menciptakan kemurtadan orangorang yang telah menerima kasih karunia Alllah.

Yesus Kristus yang telah menjadi manusia dan diam di antara kita adalah wujud kasih karunia Allah kepada kita yang mendurhaka (berdosa) ini. Kepada kita yang telah mengenal dan menerima kasih karunia keselamatan Allah, kiranya menyiapkan akal budi kita dan menaruh seluruh pengharapan kita pada kasih karunia Allah dalam menghadapi berbagai kemungkinan baik kemewahan maupun kesukaran yang dapat dipakai oleh kuasa kegelapan untuk membawa kita meninggalkan kasih karunia Allah. (PR)

Bacaan Alkitab: Yohanes 21: 20–24; Yohanes 1: 1–5

Doa: Tuhan tolong kami agar kami menjadi pribadi yang mudah melupakan kasih karuniaMu dalam Yesus Kristus, Amin