Kebahagiaan Yang Sejati (20 Maret 2022)

Engkau tahu jumlah air mataku; tidakkah Engkau memperhitungkannya? Mazmur 56: 9 (BIS)
20 March 2022

Engkau tahu jumlah air mataku; tidakkah Engkau memperhitungkannya? Mazmur 56: 9 (BIS)

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Matius 5: 4

Saudara yang terkasih, setiap manusia tentu menginginkan agar hidupnya bahagia. Kebahagiaan itu bisa terjadi oleh karena apa yang menjadi tujuan di dalam hidupnya itu dapat tercapai. Misalkan saja memperoleh pekerjaan yang layak, hidup dalam keluarga yang rukun, memperoleh pasangan hidup yang ideal dan lain sebagainya. Akan tetapi, untuk memperoleh semuanya itu tidaklah mudah, karena pasti akan selalu ada proses yang cukup panjang untuk menggapai hal itu. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa di dalam setiap proses yang dilewati, pasti akan selalu ada tantangan dan pencobaan yang siap menghadang langkah kita.

Hal inilah yang dihadapi oleh Daud dalam penggalan pujian Mazmur kita saat ini. Dimana pada bagian awal dalam mazmur 56 menceritakan tentang Daud yang mengungkapkan atau menyatakan keluhannya kepada Tuhan melalui doa, oleh karena tantangan dan juga pencobaan yang ia rasakan saat itu (Mazmur 56:1-8). Hal ini terlihat jelas tersurat pada pertanyaan puncak Daud yaitu, “Tidakkah Tuhan memperhitungkan jumlah air mataku?”.

Saudara yang terkasih, mungkin hal yang dilakukan oleh Daud, juga pernah kita lakukan dalam hidup ini, dimana mungkin kita pernah mengeluh kepada Tuhan akan setiap tantangan dan cobaan yang selalu mengampiri kita, sehingga membuat kebahagiaan dalam diri kita menjadi pudar. Akan tetapi ingatlah perkataan Yesus “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” (Matius 5:4). Walaupun berangkat dari konteks teks yang berbeda, tetapi kita bisa menarik benang merah, bahwa Tuhan Yesus ingin memberikan jawaban atas keluh kesah yang dirasakan jemaat saat itu dan termasuk bagi kita saat ini. Bahwa akan ada kebahagian yang sejati, di balik sebuah proses panjang yang dilewati oleh setiap umatNya dan perlu kita ketahui bahwa kebahagiaan yang dimaksud oleh Tuhan Yesus tidak hanya dalam hal karier, keluarga dan pasangan hidup saja, tetapi lebih dari pada itu yakni kebahagian sejati berupa kehidupan kekal bersama dengan Dia. (FPP)

Bacaan Alkitab: Lukas 9: 57-62; Efesus 5: 1-2 (3-7) 8–9; Mazmur 35: 17-28

Doa: Terima kasih Tuhan, atas kepastian akan kebahagiaan yang sejati yang akan Tuhan berikan kepada kami, dan biarlah hidup kami berjalan sesuai rencanamu saja, Amin