K.A.S.I.H (4 Jan 2022)

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung. Mazmur 57: 2
4 January 2022

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung. Mazmur 57: 2

Dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia. Yohanes 1:16

Kasih adalah sebuah kata sederhana yang memiliki makna sangat dalam. Sehingga sekalipun kata itu terlihat sangat sederhana, tak sedikit orang gagal dalam menerapkan ‘kasih’ dalam hidup mereka. Bahkan tak jarang dalam masa-masa kehidupan saat ini kita menemui kenyataan akan hilangnya ‘kasih’ orang tua kepada anak. Anak tak dilihatnya sebagai sosok yang harus mendapat perlindungan darinya sebagai orang tua, tetapi anak dilihatnya sebagai pemuas nafsu kedagingannya. Tak banyak, orang tua mengatasnamakan kasih kepada anak, memaksa anak untuk melakukan atau melanjutkan apa yang menjadi impian orang tuanya yang tertunda. Oleh karena hilangnya kasih itu juga tak jarang kita mendengar berita terkait orang tua yang menyetubuhi anak kandungnya sendiri. Semua terjadi karena hilangnya makna kasih dalam kehidupan seseorang. Padahal kasih adalah suatu hal yang sangat penting dalam hubungan kita kepada sesama. Bahkan kita tahu bahwa hanya karena kasih, Allah melihat kita layak untuk menerima penebusan daripadaNya.

Hal hilangnya kasih itu juga dirasakan betul oleh seorang Daud, yang pada awalnya ia merasa bahwa Saul teramat sangat mengasihinya, namun oleh karena kecemburuan social Saul terhadap Daud, ia kehilangan kasih terhadap Daud, maka Daudpun menjadi buruan Saul dengan tujuan untuk mengakhiri hidup Daud. Sehingga Daud harus lari dan bersembunyi dari kejaran Saul. Daud merasakan betul keburukan dari hilangnya kasih itu, namun demikian sekalipun Daud diperhadapkan dengan seseorang yang dapat kehilangan kasih, tetapi Daud tetap memiliki iman dan percaya bahwa Allah yang ia sembah tak pernah akan kehilangan kasih kepadanya. Itulah sebabnya mengapa di tengah rasa takutnya akan kejaran si Saul, Daud berseru kepada Tuhan Allah untuk melindunginya dan percaya bahwa Allah akan melindunginya sehingga ia berkomitmen untuk tetap berlindung kepada Allah.

Benar bahwa manusia, bahkan tadi di awal kita diperhadapkan kenyataan bahwa kasih orang tua kepada anak juga bisa hilang, namun tidak dengan Allah kita, dari dulu saat ini sampai selamalamanya Allah tetap mengasihi kita dengan begitu luar biasa. Bukti kasih Allah yang tidak dapat kita pungkiri adalah saat Allah menggenapi janjiNya untuk menyelamatkan umat dari cengkraman maut. Allah telah menjadikan Firman itu dalam bentuk manusia, untuk bisa merasakan bagaimana susahnya memang hidup sebagai manusia, dan Allah telah melakukannya. Kasih karunia Allah berlaku sampain selamanya dalam hidup kita, kasih karunia Tuhan tak sama dengan sebuah makanan atau minuman yang memiliki tanggal kadaluarsa. Namun dengan demikian, jangan sampai kita menyalahgunakan kasih karunia demi kasih karunia yang Tuhan telah berikan kepada kita. Artinya ialah, kitapun dapat membalas kasih Allah itu dengan kita mengasihi Allah dalam bentuk hormat, setia dan takut akan Tuhan. Sehingga dalam mengerjakan apapun pelayanan di gereja, tempat kerja, masyarakat, sekolah, rumah dan dimanapun kita berada, kita dapat lakukan semua sebagai rasa kasih kita kepada Tuhan, sehingga kita dapat melakukan semua itu dengan tulus dan sukacita. (Deb)

Bacaan Alkitab: Kejadian 21: 1-7; Yohanes 1: 29-34

Doa: Bapa, terimakasih banyak karena sudah mengasihani kami dengan begitu luar biasanya. Saat di sektiar kami dapat menghilangkan kasih diantara kami, namun tidak dengan Engkau, Bapa telah nyatakan kasih itu kepada kami, amin.