Jangan Menyobongkan Diri (13 Maret 2022)

Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan. Mazmur 33: 16
13 March 2022

Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan. Mazmur 33: 16

Banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu. Markus 10: 31

Ada satu tabiat manusia yang seringkali tidak dapat dilepaskan, kesombongan. Manusia bisa sombong oleh hartanya, manusia bisa sombong oleh kekuasaannya dan ada juga manusia yang sombong karena merasa menjadi yang pertama dalam menginisiasi sesuatu atau menjadi yang pertama dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Kesombongan ini menghantar manusia melupakan penyertaan Tuhan dan juga kepada rasa tidak bersyukur. Daud dalam mazmurnya, ketika ia menaikkan pujian bagi Allah oleh karena penyertaanNya yang luar biasa kepada Bangsa Israel, mengajak Israel untuk bersyukur akan penyertaan Allah dan juga untuk mengingat bahwa kesejahteraan yang mereka alami bukan berasal dari kehebatan Daud, melainkan dari Allah yang menunjukkan kasih dan kesetiaan-Nya bagi mereka. Bahkan Daud berkata, kekuasaan dan kekuatan manusia tidak akan menyelamatkan seseorang, sekalipun ia raja atau pahlawan sekalipun. Ini menandakan bahwa Daud memiliki kesadaran dan kerendahan hati, bahwa apa yang dapat ia raih dimasa kepemimpinannya itu adalah pemberian Tuhan. Jadi tidak ada alasan untuk menyobongkan diri apalagi mengklaim bahwa itu ada hasil kerjanya sendiri.

Dalam Injil Markus, ketika Tuhan mejawab pertanyaan Petrus, Tuhan Yesus sebenarnya juga mengkritisi pemahaman dan kesombongan orang-orang Israel, terutama orang Farisi dan Ahli Taurat, yang mana mereka mengajarkan bahwa Israel adalah satu-satunya bangsa yang dicintai dan diberkati Tuhan. Mereka adalah yang pertama sehingga mereka harus didahulukan, mereka harus “dibedakan” dari bangsa lainnya, yang mana hal ini juga masih menjadi pemahaman murid-murid pada waktu itu. Tuhan Yesus mengingatkan bahwa upah mengikut Yesus tidak didasarkan pada urutan kapan mereka mulai percaya, kapan mereka dipanggil, tetapi upah mengikut Yesus didasarkan pada seberapa setia mereka berjalan di jalan-Nya dan seberapa setia mereka menjalankan perintah Injil yang dikabarkan Tuhan Yesus. Seberapa besar mereka mau berkorban demi pekabaran Injil dan seberapa teguhnya mereka berpegang pada Iman terhadap Tuhan Yesus.

Mencermati dua Firman ini, kita sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus juga diajar agar kita tidak menyombongkan diri karena harta, kuasa atau kekuatan kita. Kita juga tidak boleh berkata “kalau bukan karena saya”, tetapi seharusnya kita dapat berujar “semua karena Tuhan”. Rendahkanlah dirimu maka engkau akan ditinggikan. (DEAP)

Bacaan Alkitab: Yohanes 3: 14-21; Roma 5: 1-5 (6-11); Yesaya 5: 1-7; Mazmur 35: 1-16

Doa: Ajarlah kami ya Tuhan, untuk menyadari bahwa semua yang ada pada kami, semua yang dapat kami kerjakan itu adalah pemberian Tuhan, sehingga kami tidak menjadi sombong. Amin