Hidup Meneladani Kristus (5 Nov 2021)

Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan. Yesaya 5: 20
5 November 2021

Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan. Yesaya 5: 20

Untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. 1 Petrus 2: 21-22

Perihal kemutlakan akan sesuatu yang baik dan yang benar, harusnya ada pada standar Allah. Yesaya dengan tegas mengatakan bahwa “celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat”. Terkadang untuk kepentingan pribadi atau untuk menghindar dari situasi yang mengancam, kita tidak segan mengedepankan ego. Apapun dilakukan agar kita terhindar dari masalah, sekalipun itu tidak sesuai dengan standar kebenaran Allah. Lebih buruk lagi, di saat yang sama kita bertindak sebagai pihak yang paling bijaksana hanya untuk sebuah pujian.

Bacaan ini mengingatkan kita bahwa perilaku memanipulasi kebenaran dan membusungkan kepandaian/kebijaksanaan diri sesungguhnya adalah sebuah ‘celaka’ di hadapan Allah. Artinya, tidak ada satupun dari perbuatan-perbuatan tersebut yang membawa berkat bagi kita. Sebaliknya hal tersebut hanya akan membawa kutuk. Begitu jahatnya hati dan perbuatan manusia di hadapan Allah. Apakah mungkin ada pengampunan? Syukur kepada Kristus, Dialah yang sudah menanggung hukuman Allah setimpal dengan dosa manusia. Tidak ada cara lain untuk mendapatkan pengampunan selain menerima penebusan-Nya tersebut.

Penyerahan diri kepada pimpinan Tuhan dalam perjalanan hidup kita adalah pilihan terbaik untuk membuka pemahaman tentang apa yang baik dan benar. Kebenaran dalam standar Allah tentu merupakan satu-satunya cara menjauhkan kita dari celaka.

Oleh sebab itu Marilah kita meneladani apa yang telah dilakukan Yesus meskipun penderitaan datang menghampiri kita sebagai orang percaya tetap menjaga hati dan pikiran kita agar kita tidak terbawa emosi dan jatuh dalam dosa, emosi yang berlebihan akan membuat kita semakin melupakan teladan yang telah diajarkan Yesus bagi kita melalui penderitaan memikul salib, untuk itulah kita tidak perlu takut dan gentar dalam menghadapi persoalan yang timbul dalam kehidupan ini sebab kita masih punya Allah yang kuat dan penuh kasih yang selalu membela kita jikalau kita menderita, hendaklah kita menjadi teladan bagi orang lain, sebab Yesus menginginkannya. Pada Yohanes 13 : 15 dikatakan “sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu”. Sebagai orang yang menyakini bahwa Yesus adalah penolong kita jaganlah gentar menghadapi sekeras apapun badai datang melanda kehidupan kita. (MHS)

Bacaan Alkitab: Hosea 12: 1-7; Lukas 15: 1-10

Doa: Terima kasih Roh Kudus untuk karena Engkau mengajar kami mengerti bahwa Yesus telah menang atas maut dan telah mengaruniakan segala anugerah dan sukacita kepada kami. Amin