Hatiku Puas (3 Maret 2022)

Jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Ulangan 28: 2-3
3 March 2022

Kiranya Allah mengirim kasih setia dan kebenaran-Nya. Mazmur 57: 4

Ia (Tuhan) bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan. Kisah Para Rasul 14: 17

Kata “Puas” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah merasa senang (lega, gembira, karena sudah terpenuhi hasrat/harapan hatinya). Contohnya, pada saat kita mengalami suatu pergumulan dan permasalahan yang mungkin sangat berat dan sulit untuk diselesaikan, namun pada waktunya, pergumulan dan permasalah tersebut akhirnya terselesaikan juga. Maka, sudah tentu kita merasa puas, senang, lega dan gembira. Seperti itulah yang dialami dan dirasakan oleh Daud. Ketika ia dikejar-kejar dan mau dibunuh oleh musuhnya yaitu Saul. Daud melihat bahwa ia dalam bahaya dan kecelakaan. Ia lari dan bersembunyi ke dalam goa. Di dalam goa, ia menyadari bahwa, satu-satunya tempat perlindungan, pengharapan dan yang memberi kepuasan, kelegaan kepadanya adalah TUHAN Allah.

“Kiranya Allah mengirimkan kasih setia dan kebenaran-Nya”. Mengandung suatu pengharapan dan kepastian bahwa Tuhan menolong. Sehingga benar bahwa Tuhan memberikan kasih setia dan kebenaran-Nya. Kasih setia dan kebenaran bahwa sesungguhnya Tuhan menjaga, melindungi dan memberikan kelegaan dan kelepasan dari musuh-musuhnya.

Demikian juga dalam bacaan yang kedua, bahwa Tuhan memuaskan hati umatNya, bukan dengan kebaikan dan kebajikan dunia, yang ditandai dengan turunnya hujan dari langit dan memberikan musim-musim subur. Melainkan dengan dengan makanan dan kegembiraan yang kekal, yaitu Injil, firman Allah yang telah diberitakan dan disampaikan oleh rasul-rasul pada waktu itu. Orang-orang pada waktu itu menganggap Paulus dan Barnabas adalah dewa, karena telah mengadakan mujizat. Maka rasul Paulus dan Barnabas meluruskan pemikiran mereka yang salah itu. Bahwa yang benar adalah Tuhan sendirilah yang menyatakan keajaiban di tengah-tengan mereka.

Hati umat Tuhan tidak akan pernah menjadi puas dengan hal-hal yang berasal dari dunia ini. Karena apa yang berasal dari dunia, hanya sementara dan menjadi musnah. Tetapi hanya ada satu kepuasan hati umat Tuhan yang adalah Injil Tuhan Yesus yang menyatakan mujizat, keajaiban, keselamatan dan kehidupan kekal. Percayalah kepada Tuhan Yesus maka hatimu akan diberikan kepuasan dan menikmati keselamatan dari padaNya. (SH)

Bacaan Alkitab: Kolose 3: (5-7) 8-11; Yohanes 11: 11-19

Doa: Tuhan Yesus, ajarlah kami supaya senantiasa mengandalkan Engkau dalam kehidupan kami, sehingga hati kami menikmati dan dipuaskan oleh pengharapan dan keselamatan dariMu. Amin.