Hanya Untuk Kemuliaan-Nya (27 Okt 2021)

Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Mazmur 34: 3
27 October 2021

Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Mazmur 34: 3

Melalui Dia Allah sudah mengatakan “Ya” terhadap semua janji-Nya. Berdasarkan itulah kita mengucapkan “Amin” kepada Allah karena Yesus Kristus. Kami berbuat begitu supaya Allah dimuliakan. 2 Korintus 1: 20 (BIS)

Seorang anak sekolah minggu pernah bertanya kepada saya, “kak, mengapa Tuhan harus dimuliakan?” Sebagai seorang mahasiswa baru, saya menjawab: “sebab Tuhan baik”. Sepanjang waktu saya sebetulnya mempertanyakan jawaban atas pertanyaan anak itu. Ditambah muncul pertanyaan baru yang menguji pemahaman saya, apakah Tuhan baik supaya dipuji? Apakah Ia begitu haus pujian?

Daud, memuliakan Tuhan sebab ia takjub akan perbuatan Tuhan yang nyata atasnya. Allah meluputkannya dari musuh, yang ia sendiri sadari tidak akan mampu menghadapinya (Mzm. 34). Tetapi Allah melepaskannya, dengan cara yang tidak terduga oleh pikiran manusia. Daud terluput karena kuasa Tuhan, dan Ia patut dimuliakan (ay.3). Ia menyadari kemuliaan Tuhan menunjukkan betapa lemah dan tidak berdayanya manusia tanpa Tuhan. Demikian hal-nya dengan Paulus, ia mengalami perjalanan iman yang luar biasa saat ia memutuskan untuk melayani Tuhan. Allah tidak pernah gagal menepati janji-Nya, Ia menopang dan memelihara, Ia berdaulat dan berkuasa, dan Paulus menyadari keberhasilan pelayanannya adalah karena kuasa Tuhan, bukan dirinya. Segala pelayanannya dipersembahkan untuk kemuliaan Tuhan saja, bukan kesempatan untuk memegahkan diri. Paulus telah mengalami hidup yang berbeda, saat ia belum mengenal Tuhan, dan setelah ia berjumpa dengan Tuhan. Tujuan hidupnya berubah, ia mau, bukan dirinya yang dipuji, tetapi Allah dimuliakan di dalam dirinya.

Memuliakan Allah, mengajak kita untuk merendahkan diri, dan menghindarkan diri dari sikap memuliakan diri, karena sebetulnya kita tidak pantas mendapat kemuliaan apapun sebab kita hina. Pujian kepada Allah, bukan bayaran karena Ia telah berbuat baik kepada kita, tetapi sikap hati yang bersyukur sebab ia mau menerima pujian kita yang tidak ada artinya. Memuliakan Tuhan, tidak terbatas hanya saat kita berada dalam peribadatan di gereja saja. Tetapi, lebih luas pada hidup kita yang mencerminkan kemuliaan-Nya. Kemuliaan yang memberi nilai bagi pribadi hina ini, sehingga dilihat berbeda dan bercahaya oleh orang lain. Kita tidak pernah bisa menganggap bahwa pujian dan memuliakan Tuhan adalah sikap balas budi kita kepada-Nya. Tidak akan pernah bisa. Justru memuji dan memuliakan Allah, mengajak kita berhenti sejenak untuk melihat diri kita, memeriksa hati kita, menengok batin kita, adakah kesombongan dan kemuliaan diri, telah mencuri dan menodai kemuliaan Tuhan? (TW).

Bacaan Alkitab: Kejadian 13: 5–12 (13–18); Lukas 14: 1–6

Doa: Tuhan, kami menyadari bahwa seringkali kami masih mengejar pujian bagi diri kami, kami mengharapkan pengakuan akan kehebatan sendiri, kami menyesal, sebab segala hormat dan kemuliaan hanya untukMu Tuhan. Amin.