Hadiah Terindah (22 Jan 2022)

ubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. Yesaya 9: 4
22 January 2022

ubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. Yesaya 9: 4

Tuhan kita murah hati lagi penyayang; guna menyelamatkan kita Ia datang. Seperti matahari terbit di pagi hari, demikianlah Ia memberikan terang-Nya kepada semua orang yang hidup di dalam kegelapan dan ketakutan. Ia membimbing kita pada jalan yang menuju kedamaian. Lukas 1: 78-79 (BIS)

Suatu hari ada seorang Raja yang menyamar sebagai gelandangan dan menghampiri sebuah rumah sederhana. Pemilik rumah itu menyambut gelandangan tersebut dengan ramah dan menjamunya dengan makanan dan minuman yang sederhana. Setelah selesai, gelandangan itu mohon pamit kepada pemilik rumah. Esok harinya, Raja kembali datang ke rumah sederhana itu, namun kali ini dengan pakaian kebesarannya. Raja berpikir, mungkin saja pemilik rumah itu akan meminta sejumlah harta karena sudah memberinya makan kemarin. Namun ternyata tidak. Raja pun menjadi heran dan pemilik rumah itu berkata, “Baginda Raja telah rela meninggalkan kemuliaan di istana untuk mengunjungi hamba di gubuk sederhana ini, bahkan berkenan dijamu secara sederhana. Saya bergembira dan merasa istimewa. Mungkin bagi orang lain, hadiah terbesar adalah harta. Namun, ketika Baginda telah memberikan diri Baginda, itulah hadiah terindah dan terbesar bagi saya.”

Yesus telah meninggalkan kemuliaan dan memberikan diriNya bagi kita. Yesus adalah hadiah terindah dan anugerah terbesar dalam kehidupan manusia. Inilah yang mendasari pujian Zakharia tentang keindahan yang akan terjadi tatkala Allah menyatakan nubuatNya tentang karya keselamatan atas manusia. Semua nubuat itu tergenapi oleh kehadiran Tuhan Yesus Kristus, yang mau datang dan menjadi sama seperti manusia. Oleh kemurahan hati dan belas kashian Tuhan, semua manusia berdosa dibawa keluar dari kegelapan untuk beralih kepada jalan menuju keselamatan yang penuh damai sejahtera. Yesaya juga melukiskan kedatangan Raja Damai yang membawa kelepasan total, karena tidak hanya dilepaskan dari kuk, tetapi segala alat perang dibakar habis. Hal ini tentunya sangat menghibur umat, serta memberi kekuatan kepada umat pada waktu itu.

Raja Damai yang dinubuatkan oleh Zakharia dan Yesaya bukan sekedar cerita dongeng, tetapi Ia sudah datang bahkan karyaNya nyata bagi manusia, yaitu Yesus Kristus. Inilah hadiah terindah bagi kita sebagai anak-anak Tuhan, yaitu belas kasihan Allah yang membuat setiap dosa kita diampuni oleh Yesus Kristus yang rela meninggalkan kemuliaanNya. Pemberian itu menuntut nyawaNya di kayu salib, tetapi Dia memberikannya secara cuma-cuma karena kasihNya yang besar kepada kita. Maka dari itu, janganlah sia-siakan kehidupan ini dengan mempergunakannya secara tidak bertanggung jawab, melainkan persembahkanlah kehidupan kita yang berkenan sebagai hadiah terindah juga bagi kemuliaan Tuhan. (AEPTB)

Bacaan Alkitab: Ulangan 33: 1-4 (7, 12-16); Yosua 7: 1-26

Doa: Kami hendak menaikkan hormat dan syukur karena Tuhan Yesus berkenan datang ke dunia ini untuk membawa kelepasan total bagi kami yang berdosa ini. Amin