Firman-Nya Membawa Perubahan (31 Okt 2021)

Aku, TUHAN, akan berfirman dan apa yang Kufirmankan akan terjadi. Yehezkiel 12: 25
31 October 2021

Aku, TUHAN, akan berfirman dan apa yang Kufirmankan akan terjadi. Yehezkiel 12: 25

Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa. 1 Korintus 4: 20

Pernahkah saudara membayangkan atau bertanya, mengapa saya Kristen? Kapan dimulai, dan bagaimana saya mulai menjadi Kristen? Jika kita mengingat sejarah gereja, Kekristenan tidak dimulai dari konflik agama. Tetapi, dimulai dari penyelewengan firman Allah, pada suatu tindakan yang menyepelekan karya Kristus di kayu salib, dan menggantinya dengan barang fana buatan manusia. Allah yang berkorban dalam diri Yesus, hendak dimanipulasi dengan satu lembar kertas pengampunan dosa. Dari sinilah asal muasal reformasi gereja dimulai. Reformasi berarti perubahan tatanan untuk sebuah perbaikan, yang artinya tujuan dari reformasi gereja dari para pencetusnya adalah untuk perbaikan hidup bergereja, yang sejalan dengan kebenaran Allah.

Sejarah mencatat seorang bernama Martin Luther, tokoh reformasi berteriak dengan keras supaya manusia kembali pada Alkitab ketika manusia mulai menyelewengkan Firman Tuhan. Karena pada jaman itu ada kepercayaan bahwa jiwa manusia akan dapat diselamatkan kalau sanak keluarganya membeli surat pengampunan dosa. Setiap uang persembahan yang berdenting dalam kotak persembahan akan membuat satu nyawa melompat dari neraka ke surga. Bukankah ini bertentangan dengan apa yang disampaikan dan disaksikan oleh para rasul dan utusan Allah, bahwa hanya karena anugerah Allah di dalam Yesus sajalah, kita selamat. Kita mengimani bahwa peristiwa lima ratus tahun lalu terjadi, sebab Allah menggenapi firman-Nya, dan Ia tidak mau umat-Nya menyeleweng dari kebenaran. Sama seperti yang dinubuatkan kepada Israel, (Yeh.12:25) Allah bertindak bagi gereja dan umat-Nya.

Reformasi gereja, mengingatkan kita akan perjuangan panjang untuk mengembalikan hati manusia yang sudah jauh melenceng dari Allah, dan telah disilaukan oleh gemerlap dunia. Saat ini, reformasi seperti apa yang kita perlukan untuk gereja kita? Adakah perubahan yang dimulai sejak ratusan tahun lalu itu, sungguh memurnikan hati kita sebagai gereja Allah? Adakah hati kita telah kembali silau oleh hal-hal duniawi, sehingga ada keinginan untuk memakai firman Tuhan sebagai senjata pembenaran atas laku kita yang salah? Adakah firman Allah telah menjadi Raja di hati kita? Atau sudah dipenuhi oleh raja-raja kelicikan, ketidakadilan, keserakahan, pementingan diri, cinta uang, permusuhan, dan raja-raja yang tidak ada dalam kebenaran-Nya? Sembari kita akan mengingat kebaikan Tuhan dalam perjalanan sembilan puluh tahun GKPB, apakah pelayanan yang kita telah lakukan sungguh membawa perubahan bagi gereja, bagi jemaat, dan bagi masyarakat? Mari kita merenung dan bersyukur, sebab firman Allah berjaya atas gereja-Nya, berjaya atas kita, berjaya atas segala bangsa, firman yang bukan sekedar tulisan dan perkataan, tetapi firman yang penuh kuasa dan membawa perubahan (1 Kor. 4:20). Soli Deo Gloria. (TW)
Bacaan Alkitab: Matius 5: 1-10 (11-12); Roma 3: 21-28; Ulangan 6: 4-9; Mazmur 20

Doa: Puji syukur atas firman-Mu yang mengubahkan, biarlah kami terus berubah, diperbaharui semakin hari semakin turut kebenaran-Mu. Amin