Buktikanlah (30 Des 2021)

Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari. Mazmur 74: 16
30 December 2021

Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari. Mazmur 74: 16

Marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Roma 13: 12–13

Dalam administrasi keuangan, kwitansi sebagai tanda bukti adanya transaksi adalah sangat penting. Tanpa kwitansi maka transaksi itu dikatakan cacat atau tidak sah. Kalau itu terjadi seseorang dapat disangka sebagai koruptor yang mengkorup keuangan. Jadi betapa pentingnya kwintansi sebagai alat pembuktian adanya transaksi. Jika kita sebagai bendahara yang bertanggung jawab atas keuangan organisasi maka lengkapilah setiap adanya transaksi keuangan dengan kwintansi sebagai alat bukti yang sah jika kita tidak mau dicap sebagai koruptor.

Allah adalah pemilik terang itu, karena Allah sendiri yang menaruh bendabenda penerang dan mata hari di langit (Mazmur 74:16). Bahkan Allah yang telah menyatakan diri-Nya dan yang diam di antara kita adalah terang itu. Yesus sendiri memberi kesaksian tentang diri-Nya adalah terang dunia (Yoh.8:12; 9:5). Yesus telah hadir sebagai surya pagi yang menyinari setiap orang yang diam dalam kekelaman. Yesus telah menyinari batin seseorang agar dapat berjumpa dengan jalan yang menuju keselamatan. Bahkan jalan yang ditunjukkan itu adalah dirinya sendiri. Pembuktian yang Yesus lakukan adalah kematian dan kebangkitannya yang memberi keselamatan bagi setiap orang percaya.

Kita orang Kristen sering menyebut diri sebagai anak-anak terang. Benarkah itu? Sepertinya sangatlah penting setiap orang yang mengaku sebagai anak-anak terang menunjukkan bukti nyata bahwa ia benar sebagai anak-anak terang. Kalau tidak ada bukti nyata, itu berarti kita pembohong. Kalau kita tidak ingin dicap sebagai pembohong, maka berilah pembuktian bahwa kita adalah anak-anak terang. Sebagaimana Allah dalam Yesus itu adalah kasih, maka sudah seharusnya kita juga hidup dalam kasih. Jika Allah dalam Yesus itu sabar, maka sudah seharusnya kita hidup dalam sikap sabar. Dengan kata lain anak-anak terang wajib hukumnya membuang semua perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata. Kalau itu tidak terjadi, berarti kita gagal dan kita bukan anak-anak terang. Hidup sebagai anak-anak terang kiranya bukan slogan semata, tetapi harus dinyatakan dalam seluruh cara hidup kita. Kiranya kasih Allah dalam Yesus yang adalah terang itu menerangi hati kita untuk dimampukan memberi bukti nyata sebagai anak-anak terang. Amin (PR)

Bacaan Alkitab: Yesaya 63: 7–14; Yohanes 1: 14–18

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami untuk selalu dapat mencerminkan diri kami sebagai anak-anak terang, amin.