Bukan Sembarang Janji (7 Maret 2022)

Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Yesaya 40: 10
7 March 2022

Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Yesaya 40: 10

Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat. Lukas 21: 2

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Ada ungkapan yang mengatakan “Buat janji itu mudah, yang susah itu menepati janji”. Dan jika kita perhatikan dalam kenyataan sehari-hari, maka kita menemukan begitu banyak orang yang dapat mengucapkan begitu banyak janji; tapi tidak semua orang dapat menepati janji yang diucapkannya.

Bagaimana dengan Janji Allah pada umat-Nya?Janji Allah bagi umat-Nya adalah Bukan Janji Biasa atau Bukan Sembarang Janji. Mengapa begitu? Mari kita perhatikan. Dalam suatu perjanjian, jika ada yang melanggar perjanjian maka yang melakukan pelanggaranlah yang bertanggung jawab untuk memperbaikinya. Nah bagaimana dengan relasi Allah dengan manusia? Allah menciptakan dan menghendaki manusia menjadi mahluk mulia yang dapat merepresentasikan kehadiran Allah. Namun apa yang terjadi? Manusia, yang adalah milik-Nya, umat-Nya, sangat sering berjanji dan berjanji; tapi sesering itu pula manusia melanggarnya! Akhirnya, manusia makin terpuruk. Bahkan sekalipun sebagai umat Allah, karena terlalu sering mengkhianati janji, mereka terus terpuruk dalam hidup yang mereka jalani. Di sinilah yang TIDAK BIASAnya janji Allah, JANJI BUKAN SEMBARANG JANJI. Dalam situasi yang terpuruk sekalipun, Allah tetap menyertai umat-Nya dan terus berkarya demi kelepasan umat-Nya. Allah tetap setia dan terus setia bagi umat-Nya, walaupun umat-Nya sering meninggalkan-Nya, mengkhianati-Nya. Allah menyatakan janji untuk melepaskan umat bukan hanya dari kungkungan atau penjara penderitaan hidup sesehari; lebih dari itu, Allah sangat progresif untuk melepaskan manusia secara utuh dari penderitaan, pergumulan serta kesusahan umat. Allahlah yang berkuasa dan sanggup mengubah hidup ini. Namun sesuai dengan firman-Nya melalui nabi Yesaya, Allah menginginkan kesungguhan umat dalam memahami serta menerima pemenuhan janji Allah. Umat Allah mesti sungguhsungguh mengenal dan memahami serta menyakini janji Allah yang kekal dan ilahi untuk manusia yang tidak kekal dan tidak ilahi. Dengan janji-Nya Allah menghendaki manusia untuk dikembalikan sebagai “gambar dan rupa Allah “.

Jika sesama kita mengabaikan janjinya terhadap kita, acapkali kita tidak akan mau lagi untuk percaya padanya. Bahkan bertemu dengan si penghianat janji itu pun kita enggan. Tetapi berbeda dengan Allah kita. Bersyukurlah akan kebaikan Tuhan, bangkitlah dan angkatlah mukamu saudaraku. Syukuri hidup penuh anugerah ini, agar tak menjadi sia-sia. Sebab kasih Tuhan beserta kita. (GAKLIE)

Bacan Alkitab: Yakobus 1: 1-6 (7-11) 12-13; Yohanes 11: 46-57

Doa: Kasih Allahku sungguh teguh dan tak lekang oleh apapun. Mampukan kami merubah mentalitas kami yang salah dan kekanak-kanakan, untuk dapat mengisi hidup kami dengan langkah iman dan menjadi berkat di hari ini. Amin.