Bernyanyi Bagi Tuhan (17 Jan 2022)

Pujilah TUHAN! Sebab baiklah memuji Dia, dan menyenangkan untuk menyanyikan pujian bagi-Nya! Mazmur 147: 1
17 January 2022

Pujilah TUHAN! Sebab baiklah memuji Dia, dan menyenangkan untuk menyanyikan pujian bagi-Nya! Mazmur 147: 1

Berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Efesus 5: 19

Bernyanyi adalah sebuah kegiatan yang tidak asing lagi bagi orang Kristen. Bernyanyi juga merupakan salah satu dari banyak kegiatan Gereja yang dapat membawa kesegaran rohani maupun jasmani, sebab melalui puji-pujian yang dilantunkan lewat nyanyian, seringkali membawa yang bernyanyi ataupun yang mendengarkan bisa masuk ke dalam suasana teduh, tenang, damai, bahkan tidak jarang mendapatkan penguatan melalui nyanyian.

Namun ternyata, bernyanyi puji-pujian bagi Tuhan tidak hanya dapat dilakukan dengan melantunkan sebuah lagu, melainkan sikap hidup kita juga harus menjadi nyanyian yang indah bagi Tuhan. Rasul Paulus menguraikan ciri kehidupan spiritualitas yang baik adalah ketika umat Tuhan mampu menjadikan hidupnya menjadi hidup yang penuh mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani, yang dapat membawa damai sejahtera bagi orang lain, sehingga hidup umat dapat menjadi kesaksian. Pemazmur juga sangat menikmati hidup yang penuh puji-pujian kepada Allah. Ada banyak alasan bagi Pemazmur untuk menaikkan nyanyian puji-pujian kepada Allah, salah satunya adalah pemeliharaan dan pemulihan yang telah Allah berikan kepada umat pasca pembuangan.

Memuji Tuhan adalah kewajiban setiap orang yang menyatakan diri percaya. Memuji Tuhan adalah perbuatan yang berkenan kepada Tuhan, dan sudah pasti akan membawa ketenangan bagi yang melakukannya. Akan tetapi, memuji Tuhan tidak sekedar dilakukan dengan kata-kata saja, dalam hal ini menyanyikan lagu-lagu rohani, namun pujian serta nyanyian juga perlu terpancar dalam hidup. Jadi, nyanyian pujian dengan suara dan nyanyian pujian dengan tindakan hidup tidak dapat dipisahkan. Ketika hidup kita berkenan dihadapan Tuhan, maka hidup ini dapat menjadi nyanyian kesaksian dan menjadikan orang-orang disekitar juga menaikkan nyanyian serta pujian yang sama bagi kemuliaan Tuhan. Maka dari itu, mari jadikan hidup kita yang berkenan sebagai nyanyian terindah untuk memasyurkan Tuhan, sehingga kemuliaanNya menjadi nyata atas dunia. (AEPTB)

Bacaan Alkitab: Ulangan 5: 1-7 (8-21); Yosua 3: 1-17

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk berbenah diri, sehingga hidup kami layak untuk dijadikan sebagai nyanyian terindah bagi kemuliaan Tuhan. Amin