Berbahagialah Orang Yang Membawa Damai (25 Des 2021)

Musa berkata: Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya. Ulangan 12: 32
25 December 2021

Musa berkata: Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya. Ulangan 12: 32

Inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi. 1 Yohanes 3: 23

Tahun ini kita kembali merayakan Natal. Dalam suasana yang sejuk dan nuansa yang damai. Di sekitar lilin Natal dan kisah kelahiran sang juruselamat mengajak kita semua melihat apakah orang Kristen perlu mewujudkan perdamaian kepada semua orang? Apa untungnya bagi seorang Kristen, apalagi kalau keberadaannya tidak signifikan dalam masyarakat? Tidakkah akan sia-sia saja seluruh upaya mewujudkan perdamaian itu kalau orang yang hendak diajak berdamai ternyata tidak mau atau tidak merasa perlu berdamai?

Bagi seorang Kristen mewujudkan perdamaian itu, bagian dari keberadaannya sebagai pengikut Kristus. Disebut Kristen dalam arti murid Kristus, pengikut Kristus, terpanggil untuk mewujudkan perdamaian. Seperti dalam perintah-Nya 1Yoh 3:23 “supaya kita saling mengasihi”. Yesus oleh pekerjaan Roh Kudus menurut kesaksian Alkitab telah diurapi menjadi Anak Allah, dalam pengertian memiliki hubungan khusus dengan Allah, sehingga orang dapat melihat Allah dalam kehidupanNya. Kalau kehidupan Yesus telah menampakkan kehadiran Allah, maka adalah panggilan pengikut-pengikut Kristus juga untuk mewujudkan kehadiran Allah dalam kehidupannya. Salah satu panggilan itu adalah mewujudkan perdamaian ini. Mewujudkan perdamaian berarti meniadakan hal-hal yang dapat menimbulkan konflik, atau potensi konflik. Konflik bisa terjadi karena ada ketidakadilan. Ketidakadilan bisa terjadi karena ada yang merasa melebihi yang lainnya: lebih benar sendiri, lebih besar sendiri, lebih kuat sendiri, lebih pandai sendiri dan lebih-lebih lainnya. Membesarkan kelebihan inilah pangkal dari ketidakadilan dan persoalan, sehingga perdamaian tidak ada.

Dalam nats Ulangan 12:32 diperintahkan untuk harus dengan setia melakukan apa yang menjadi panggilan Tuhan. Jangan menambahkan jangan dikurangi ketika kita diingatkan untuk jangan melakukan yang sesat. Mari kita mengambil bagian dalam proses mewujudkan perdamian ini. Kemulian Tuhan telah nampak, firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita maka seharusnya kita menjadi pengkikut Tuhan yang membawa damai bukan kesesatan. (KBWU)

Bacaan Alkitab : Yohanes 1: 1–5, 9–14 (16–18); Titus 3: 4-7; Yesaya 52: 7-10 ; Mazmur: 2

Doa: Yesus, Raja Damai, Engkau telah meminta kami untuk mencintai musuh kami dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kami. Amin