267 (RE LA SI) (8 Nov 2021)

Waktu berbaring di tempat tidur, kuingat pada-Mu; sepanjang malam aku merenungkan Engkau. Mazmur 63: 6 (BIS)
8 November 2021

Waktu berbaring di tempat tidur, kuingat pada-Mu; sepanjang malam aku merenungkan Engkau. Mazmur 63: 6 (BIS)

Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. 1 Korintus 13: 12

Hampir semua manusia pernah jatuh cinta. Jatuh cinta bagi yang mengalaminya tidak bisa tergambarkan dengan kata-kata. Perasaan jatuh cinta tentu membuat yang merasakannya sangat bahagia. Jatuh cinta akan terasa sempurna bila orang yang dicintai akan mencintai kita juga (tidak bertepuk sebelah tangan). Di dalam cinta yang sempurna ada hal yang sangat penting yaitu relasi, dalam relasi terkandung banyak hal; ada kasih, kesetiaan, kepercayaan dan komitmen serta yang lainnya.

Saudara/i yang dikasihi Tuhan Yesus, ketika manusia diciptakan oleh Tuhan, terdapat relasi yang yang baik. Tuhan dan manusia saling menyayangi. Inilah relasi yang sempurna. Di saat manusia jatuh kedalam dosa, saat itu juga relasi manusia rusak. Manusia menjadi jahat. Manusia berada di dalam kuasa maut dan di ambang kebinasaan. Tuhan tidak sampai hati melihat manusia binasa karena kuasa maut. Apa yang Tuhan lakukan? Tuhan mengutus Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia, untuk memperbaiki relasi yang sudah rusak. Sehingga manusia dan Tuhan hubungannya kembali baik. Hubungan yang baik ini tentunya Tuhan yang memulainya. Tanpan Tuhan yang memulainya manusia tidak bisa. Manusia tidak dapat mengenal Tuhan. Tuhanlah yang berinisiatif untuk memperkenalkan diri-Nya melalui kehadiran Tuhan Yesus ke dunia.

Saudara/i yang dikasihi Tuhan Yesus, relasi manusia dengan Tuhan adalah relasi yang sangat penting. Karena dengan relasi yang baik dengan Tuhan maka manusia dapat memahami makna hidupnya. Manusia harus senantiasa membangun relasi dengan Tuhan. Kita belajar dengan pengalaman pemazmur yang berkata ‘Waktu berbaring di tempat tidur, kuingat pada-Mu, sepanjang malam aku merenungkan Engkau”. Dalam setiap situasi pemazmur mengutarakan kerinduannya kepada Tuhan. Kita ketahui Paulus dengan luar biasa membangun hubungan dengan Tuhan. Latar belakang hidup yang tidak mengenal Tuhan. Hal luar biasa terjadi ketika Tuhan menjadikan dia sebagai duta Injil. Kini relasinya dengan Tuhan sungguh manis bahkan cinta Paulus kepada Tuhan sungguh besar. Ia berani mengorbankan nyawanya demi Injil.

Saudara/i yang dikasih Tuhan Yesus, relasi yang baik dengan Tuhan sangat penting. Akan sangat berbahaya jikalau manusia tidak membangun relasi yang baik dengan Tuhan. Mengapa demikian? karena hidup manusia ditentukan oleh Tuhan dan manusia memerlukan Tuhan. Jadi bisa dibayangkan bagiamana pentingnya membangun relasi yang baik dengan Tuhan. Jikalau merasa bahwa relasi kita tidak baik, mari sekarang saatnya memperbaiki relasi dengan Tuhan. (IWM)

Bacaan Alkitab: 1 Petrus 4: 7–11; Lukas 17: 1–10

Doa. Tuhan pulihkan relasi kami yang sudah rusak, supaya kami layak untuk Tuhan. Amin